Jelang Lebaran, Masyarakat Pilih Jual Ketimbang Beli Emas

Jelang Lebaran, Masyarakat Pilih Jual Ketimbang Beli Emas

- detikFinance
Selasa, 01 Nov 2005 16:22 WIB
Jakarta - Berbeda dengan Lebaran tahun lalu, jumlah pembeli emas pada Lebaran tahun ini menyusut drastis hanya 30 persen. Sebaliknya, penjualan emas oleh masyarakat mengalami kenaikan menjadi 70 persen.Turunnya transaksi emas ini, seperti diakui para pedagang emas di Pasar Emas Cikini, karena dampak kenaikan harga BBM yang membuat daya beli masyarakat lemah. Transaksi emas tahun ini diakui paling parah dalam lima tahun terakhir."Kami sudah malas menghitung, rapornya merah sih, seringkali dalam sehari tidak ada transaksi sama sekali," kata Hendra, pemilik Toko Q Jewelry di Pasar Emas Cikini, Jakarta, Selasa (1/11/2005).Menurutnya, perbandingan antara yang membeli dan menjual emas adalah 30 banding 70 persen. Kondisi ini kebalikan dengan Lebaran tahun lalu, dengan jumlah yang membeli mencapai 70 persen dan yang menjual emas 30 persen."Misalnya satu hari kita menjual dua barang, tapi masyarakat yang menjual emasnya ke kita lebih banyak bisa empat orang. Padahal belum tentu dalam satu minggu ada hari bisa menjual," tutur Hendra.Kondisi ini diamini pula oleh Yeyen, pemilik Toko Emas Mustika yang sudah berdagang selama 15 tahun. Menurutnya, pada Lebaran tahun ini komposisi beli dan jual adalah 75 banding 25 persen.Diakui, banyaknya masyarakat yang menjual emas, selain untuk mendapatkan uang cash, juga mencari keuntungan karena harga emas saat ini sedang tinggi.Umumnya pedagang emas di Pasar Cikini menggunakan harga internasional untuk penjualannya. Harga emas 22 karat Rp 110 ribu per gram, emas 24 karat Rp 150 ribu per gram. Sedangkan emas putih 24 karat Rp 110 ribu per gram.Puncak penjualan emas pada masa Lebaran diakui terjadi pada tahun 2002. Ketika itu omset pedagang bisa naik hingga 100 persen. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads