googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 14:13 WIB

Panen Telat Datang, Harga Cabai Naik Jadi Rp 58 Ribu/Kg

Mochamad Solehudin - detikFinance
Foto: Antara Foto Foto: Antara Foto
Jakarta - Harga komoditas cabai di Kota Bandung mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan adanya keterlambatan masa panen yang mengakibatkan pasokan cabai ke Kota Bandung berkurang.

"Musim panen cabai tidak satu kali. Panen yang sekarang terbelakang nanam, pasokan ke Bandung kurang. Terjadi kenaikan harga cabai merah," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dispangtan Kota Bandung Usep Awaludin, di Balai Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Dia mengungkapkan, saat ini harga cabai merah besar paling tinggi sekitar Rp 48 ribu per kilogram dan paling rendah Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian cabai merah keriting Rp 48 ribu per kilogram dan terendah Rp 31 ribu per kilogram.


Sementara cabai rawit merah Rp 58 ribu per kilogram dan terendah Rp 41 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit hijau harga tertinggi Rp 40 ribu per kilogram dan terendah Rp 36 ribu. "Kalau mengacu Permendag harga tertinggi Rp 28 ribu sampai Rp29 ribu per kilogram," ucapnya.

Dia menambahkan, pada Januari 2020 harga komoditas beras diprediksi akan mengalami kenaikan. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog dan menjamin stok beras hingga Juni 2020 aman.

"Ketersediaan pangan masih mencukupi. Harga relatif stabil, kita masih aman. Cadangan beras ada 80 ton per tahun," katanya.

Simak Video "Harga Melambung, Konsumen Pilih Beli Cabai Tanpa Biji"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com