Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 18:30 WIB

Kehabisan Uang, PBB Terancam Bangkrut!

Tim detikcom - detikFinance
Foto: Foto ilustrasi: Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN). (Dok UN) Foto: Foto ilustrasi: Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN). (Dok UN)
Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sedang didera krisis keuangan. Kabarnya, PBB mengalami defisit hingga US$ 230 juta atau Rp 3,2 triliun (kurs Rp 14.000/US$) hingga terancam kehabisan uang di akhir Oktober ini.

Sekjen PBB Antonio Guterres menulis surat yang ditujukan untuk 37.000 karyawannya. Di dalamnya tertulis bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah penghematan.

"Ini demi memastikan gaji dan hak karyawan dibayarkan," tulisnya dalam surat itu seperti dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir AFP, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut, Guterres menyebut dengan terpaksa harus menggunakan anggaran cadangan pada akhir bulan ini dikarenakan keuangan semakin menipis karena negara-negara anggota hanya membayar 70% dari total dana operasional rutin di 2019.

"Kami terpaksa menggunakan anggaran cadangan pada akhir bulan ini," katanya.



Untuk menekan biaya, Guterres bahkan menunda konferensi, sejumlah pertemuan dan layanan. Perjalanan staf juga dibatasi hanya pada kegiatan penting dan mengambil langkah-langkah untuk menghemat energi.

Guterres pun telah meminta negara-negara anggota PBB untuk meningkatkan kontribusi kepada badan dunia tersebut pada awal bulan ini.

"Tetapi mereka (negara anggota) menolak," kata seorang pejabat PBB yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai informasi, Anggaran operasi PBB pada 2018-2019 mendekati US$ 5,4 miliar. Dari situ, Amerika Serikat berkontribusi sekitar 22%.



Simak Video "Sidang PBB, JK Sampaikan Pencalonan Indonesia Sebagai Dewan HAM "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com