Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 19:31 WIB

Diedarkan Pakai Kemasan, Minyak Goreng Dijamin Higienis?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Pemerintah mewajibkan perdagangan minyak goreng harus menggunakan kemasan saat diedarkan ke pasar. Pasalnya, minyak curah yang menguasai setengah pasokan minyak di pasar dituding tidak higienis.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan bahwa minyak goreng dengan kemasan lebih terjamin higienisnya. Apalagi kalau mau pakai kemasan harus terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kan kalau pakai kemasan ini kan jelas, pabriknya siapa, merek dagang apa, BPOM-nya ada. Itu lah minyak yang higienis," ucap Sahat kepada detikcom, Selasa (8/10/2019).

Izin BPOM dinilai sangat penting menurut Sahat. BPOM pun bisa saja melakukan sidak dan menindak kalau ada minyak goreng yang beredar tanpa izin BPOM.


"Yang penting itu lagi ini ada izin BPOM. Jadi BPOM itu bisa aja keliling ke lapangan, kalau ada yang nggak berizin ya ditangkap," kata Sahat.

Sahat mengatakan peredaran minyak curah banyak praktek kotornya sehingga membuat minyak goreng jadi tidak higienis. Salah satunya, ada praktek nakal penggunaan kembali minyak jelantah alias minyak goreng bekas.

"Persoalan intinya itu di pasar, sumber minyaknya yang dalam drum-drum itu ke pedagang eceran tidak jelas dari mana. Bisa juga itu minyaknya sumbernya itu bekas jelantah, dikumpulkan dari hotel sampai fast food dibersihkan dijual lagi balik," papar Sahat.

"Itu yang berbahaya," tegasnya.



Simak Video "Tarik Ulur Kebijakan Mendag Soal Pelarangan Minyak Goreng Curah"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com