Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Okt 2019 17:36 WIB

'Ikan di Daerah Tangkapan Murah, Tapi Distribusinya yang Jadi PR'

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Hasan Al Habshy Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, harga ikan di sentra-sentra produksi sudah sangat murah. Hanya saja, dalam proses distribusinya yang menambah biaya, ketika ikan tersebut di bawa ke pusat-pusat kota harganya menjadi lebih tinggi.

"Ikan itu di daerah tangkapannya murah-murah. Nah distribusinya ini yang menjadi PR kita karena wilayah penangkapan ikan itu di timur Indonesia, barat Indonesia, sedangkan konsumennya di Jawa," tutur Susi di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Susi mengatakan, terbatasnya akses tol laut menyebabkan biaya distribusi menyebabkan harga ikan di perkotaan lebih tinggi.


"Sedangkan tol laut frekuensinya belum banyak, PR-nya distribusi," ujar dia.

Selain itu, pemerintah juga masih harus mendorong pengadaan gudang ikan (cold storage). Dengan dua kendala tersebut, menurut Susi, harga ikan di pulau Jawa lebih tinggi 20% dari pada di sentra produksinya.

"Jadi memang PR kita ini warehouse cold storagenya. Karena harga ikan di Jawa bisa beda 20% lah harganya dibanding di sentra," imbuh Susi.

Untuk itu, secara keseluruhan, logistik perikanan di Indonesia harus diperbaiki. Baik dari tol laut, maupun cold storage. Sehingga, frekuensi pengiriman ikan bisa dipersingkat dan menekan harga di pasaran.

"Jadi logistiknya itu harus cepat, supaya bisa murah dan biar frekuensinya tinggi," terang Susi.


Selain menekan harga di Indonesia, menurut Susi, memperbanyak tol laut bisa memuluskan ekspor perikanan Indonesia. Pasalnya, sebagian proses ekspor dilakukan di Jakarta. Padahal, sentra produksinya cukup jauh sehingga memutar, contohnya di Kepulauan Natuna.

"Minta rute, perubahan rute tol laut. Terus frekuensi diperbanyak,. Jangan sampai kayak kemarin kan itu gurita 1 kontainer ekspornya lewat Jakarta. Ya kenapa tidak langsung Natuna-Singapura, Natuna-Batam, nggak ada. Jadi turun ke bawah dulu kan. Jadi lebih dari separuh perjalanan. Dua kali akhirnya, Morotai ikannya juga ekspornya lewat Makassar," ucapnya.

Menurut Susi, dengan memperbanyak tol laut di dalam maupun ke luar negeri, maka ekspor perikanan Indonesia memiliki daya saing, baik dari harga maupun kualitas kesegaran hasil perikanannya.

Simak Video "Menteri Susi Ikut Sedekah Laut di Demak"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com