Dampak BBM Usai, Inflasi November & Desember Bakal Membaik

Dampak BBM Usai, Inflasi November & Desember Bakal Membaik

- detikFinance
Kamis, 03 Nov 2005 11:59 WIB
Jakarta - Akibat kenaikan harga BBM, inflasi bulan Oktober melonjak hingga mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Namun seiring berakhirnya dampak kenaikan harga BBM, Menteri Keuangan Jusuf Anwar memrediksi angka inflasi pada bulan November dan Desember 2005 akan membaik. "Ada kenaikan inflasi yang sangat tinggi di bulan Oktober mudah-mudahan ini segera berlalu dan ada besaran besaran inflasi yang memang hanya satu kali, seperti kenaikan minyak tanah, solar, dan premium. Bulan November dan Desember tidak akan terhitung lagi, jadi akan turun," ujar Jusuf. Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Salat Idul Fitri di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/11/2005).Jusuf juga mengakui, tahun 2005 merupakan tahun tersulit setelah bencana tsunami di Aceh, Nias, harga minyak yang tidak menentu dan sejumlah aksi teror. "Mudah-mudahan ya, yang pahit-pahit itu sudah berlalu. Badai sudah berlalu dan pada tahun 2005 inilah kita berakit-rakit ke hulu. Insya Allah ke depan kita akan berenang-renang ke tepian," ujar Jusuf dengan optimistis.Pemerintah berharap dengan sejumlah upaya fiskal yang baik, maka inflasi pada tahun-tahun mendatang bisa lebih manageable. "Demikian juga harapan kita tingkat suku bunga sehingga sektor riil dapat berjalan dengan baik," tambahnya.Untuk itu, pemerintah akan terus memonitor ketersediaan bahan baku dan lain-lain baik untuk keperluan hari-hari raya yang akan datang dan berbagai kegiatan lain di akhir tahun. "Jadi secara umum saya katakan bahwa selalu otoritas fiskal saya sangat optimis dengan keadaan sekarang ini. Segala sesuatunya akan dicoba ditanggulangi dengan baik dan intensif," jamin Jusuf. Dalam rangka mengerem laju inflasi, tambah Jusuf, pemerintah juga akan menggalakkan investasi berupa berupa pencairan dana-dana untuk kementerian dan lembaga yang pada akhirnya akan membawa multiplier effect. "Demikian juga kepada dunia usaha, kita terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam rangka memfasilitasi," katanya.Pemerintah juga telah memberikan Paket Oktober, yang berisi 80 persen paket keuangan berbagai kemudahan. "Bukan berarti tidak ada pengorbanan fiskal, banyak pengorbanannya, namun kita ikhlas, mengingat untuk itu sektor swasta bisa berkembang. Sektor swasta merupakan sumber daripada penghasilan pemerintah dan juga sumber penyediaan lapangan kerja," tutur Jusuf Anwar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads