Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 12:02 WIB

Luhut soal Daya Saing RI Turun: Nggak Bisa Komentar, Ketidakpastian Tinggi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Indonesia harus mengakui bahwa tingkat daya saing antar negara berdasarkan World Economic Forum (WEF) mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018.

Berdasarkan laporan WEF, Indonesia berada di peringkat ke-50 dengan skor 64.6. Indonesia berada di peringkat ke-4 di antara negara ASEAN lainnya. Singapura (peringkat 1), Malaysia (peringkat 27), dan Thailand (peringkat 40).

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pun mengomentari hal ini. Menurut Luhut, memang kondisi global sedang tidak pasti, belum lagi ketidakpastian ini harus menghadapi carut-marut perang dagang AS dengan China, ditambah resesi di negara Uni Eropa.

"Nggak bisa komentar, global economy uncertainty (ketidakpastian) tinggi. Bicara di IMF dan Bloomberg Forum, menyatakan ketidakpastian ekonomi luar biasa. Ketidakpastian trade war AS-China dan AS ke Uni Eropa," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).


Di tengah ketidakpastian ini Luhut mengatakan pemerintah terus berupaya menggenjot perekonomian. Luhut mengatakan hal ini tak perlu dikhawatirkan pasalnya Indonesia memiliki punggawa ekonomi yang baik.

Dia menyebut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Menurut Luhut cukup penting dalam mengundang investasi masuk ke Indonesia.

"Beliau Bu Anik dan Pak Perry itu dikagumi banyak pejabat yang banyak bertemu. Itu semua ingredients successful yang kita punya," kata Luhut.



Simak Video "Jokowi Diberitakan Negatif, Luhut 'Pasang Badan'"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com