Bank Sentral G10 Ingatkan Soal Ancaman Inflasi Dunia
Selasa, 08 Nov 2005 12:16 WIB
Jakarta - Para pemimpin Bank Sentral dari negara yang tergabung dalam G10 mengingatkan soal risiko tingginya tekanan inflasi dunia. Namun Bank Sentral G10 tetap memrediksi perekonomian dunia bisa tumbuh dengan kuat.Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet, selaku pimpinan G10 usai pertemuan rutin di bawah inisiatif Bank for International Settlements (BIS), seperti dilansir AFP, Selasa (8/11/2005).Trichet tidak memberi jawaban yang lugas saat ditanya apakah G10 tetap mempertahankan target pertumbuhan dunia sebesar 4 persen pada tahun ini. "Namun pertumbuhan dunia masih tetap kuat," tegas Trichet.Namun ia menekankan, Bank Sentral tetap fokus pada risiko inflasi sehubungan tanda-tanda perubahan harga barang-barang manufaktur dan sektor jasa. "Sangat penting untuk tetap menjaga kepercayaan pada Bank Sentral. Dan juga sangat penting untuk mengawasi inflasi," tambahnya. Trichet juga menyebutkan empat risiko utama yang dapat mengganggu perekonomian dunia yakni tingginya harga minyak, ketidakseimbangan global, proteksionis dan perilaku yang terlalu optimistis di pasar keuangan. Ia menilai, badai Katrina dan Rita di AS yang sempat membawa harga minyak ke posisi tertingginya sepanjang sejarah, dampaknya hanya bersifat sementara dan sangat kecil. Dalam pertemuan sebelumnya pada September lalu, Bank Sentral G10 mengatakan, badai Katrina dan tingginya harga minyak akan memukul perekonomian dunia pada kuartal ketiga tahun 2005. Namun perekonomian dunia bisa rebound atau berbalik pada tiga bulan terakhir tahun 2005.Namun Trichet belum memasukkan soal kemungkinan dampak wabah flu burung meski diakui hal itu akan menambah risiko pada perekonomian. Sebelumnya, Bank Dunia dalam laporannya menyatakan, pandemi flu burung diperkirakan menimbulkan biaya bagi negara kaya hingga US$ 550 miliar.
(qom/)











































