Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Okt 2019 15:08 WIB

Ternak Babi Bikin Orang China Kaya Raya, Kalau di RI?

Tim detikcom - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pasangan peternak babi Qin Yinglin dan istrinya, Qian Ying menjadi peternak paling sukses di dunia dengan kekayaan mencapai Rp 197 T dari beternak babi.

Saat ini, beternak babi di China memang sangat menguntungkan. Karena, di negara China permintaan daging babi tersebut sedang tinggi-tingginya.

Maklum, dalam budaya China babi dianggap penduduk setempat sebagai simbol kesejahteraan sehingga permintaan daging babi sangat tinggi.

Namun, semenjak terjadinya wabah flu babi Afrika menyerang negara China, membuat pasokan daging babi di China menjadi berkurang. Sehingga membutuhkan banyak pasokan impor daging babi dari luar.

Permintaan tinggi dan pasokan yang minim, bikin harga babi di negeri tirai bambu itu naik hingga 46.7%.


Bila di China, beternak babi bisa membuat peternaknya jadi kaya raya, bagaimana dengan Indonesia?

Dilansirkan CNBC Indonesia, Senin (14/10/2019), Indonesia memang salah satu negara pengekspor babi ternak. Berdasarkan hasil Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami peningkatan ekspor babi ternak yang tadinya 13.194,5 ton, sekarang mencapai 14.893,3 ton ke Singapura pada Semester I-2019.

Sedangkan dari catatan Kementerian Pertanian (Kementan) tentang ekspor babi ternak di Indonesia pada 2017, telah mencapai 28 ribu ton atau senilai US$ 59,9 juta.

Sayangnya, peluang ini tak banyak ditangkap oleh Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian hanya akan mengekspor buah-buahan hingga sarang burung walet, bukan komoditas babi.

"Oh, jangan itu yang dicatat. Kami rencana ekspor pineapple, mango steam, sarang burung walet ke Argentina," kata Mentan Amran usai rakor pangan di Kemenko Perekonomian, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (14/10/2019).


Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali Ketut Hari Suyasa menyebutkan bahwa semenjak grup besar peternakan babi mendirikan peternakan babi dari Pulau Bulan, Batam, maka ekspor babi ke Singapura dipasok utama dari Batam. Peternakan babi ke Pulau Bulan sudah ada sejak 1986.

"Peternak babi di Bali umumnya adalah peternak perorangan, yang menganggap babi menguntungkan untuk celengan, tapi kalau tak lagi bagus harganya mereka tak ternak babi," kata Ketut Hari.

Artikel asli berita ini juga bisa dibaca di CNBC Indonesia dengan judul Dear Pak Mentan, Ekspor Babi Menjanjikan Lho!

Ternak Babi Bikin Orang China Kaya Raya, Kalau di RI?


Simak Video "Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Dipakai Mulai 20 Desember 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com