Pipanisasi SSWJ Serap 80 Persen Pipa Baja Dalam Negeri
Selasa, 08 Nov 2005 15:21 WIB
Jakarta - Masuknya industri pipa baja nasional ke dalam proyek pipanisasi gas Sumatera Selatan-Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan South Sumatera West Java (SSWJ) phase II akan meningkatkan industri pipa dalam negeri sebesar 80 persen dari kapasitas produksi nasional. Proyek ini diyakini juga akan menyegarkan industri pipa baja dalam negeri.Industri pipa baja dalam negeri masuk ke dalam proyek PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ini, setelah memenangkan tender proyek pipanisasi PGN senilai Rp 2,1 triliun. Perusahaan nasional yang memenangkan tender pipa dengan panjang 480 kilometer itu antara lain, konsorsium PT KHI Pipe Industries, anak perusahaan Krakatau Steel dan konsorsium PT SEAPI. Kedua perusahaan ini adalah anggota dari Gabungan Pabrik Baja Indonesia (Gapipa).Sekjen Gapipa dan juga Commercial Director PT KHI Pipe Industries, Tigor Sihite dalam keterangan persnya di Jakarta menyatakan, konsorsium industri pipa dalam negeri yang memenangkan tender akan menyediakan pipa baja untuk jalur Pagardewa-L Maringai (onshore), jalur L Maringai-Muara Bekasi (offshore) dan jalur Muara Bekasi-Rawa Maju (onshore). "Semua raw materialnya nanti akan dipasok oleh Krakatau Steel dan dikerjakan oleh industri baja lokal, khususnya pipa baja untuk oil and gas" kata Tigor, Selasa (8/11/2005).Sedangkan untuk jalur Grissik-Pagardewa (onshore) yang nilai proyeknya sebesar Rp 1,118 triliun akan dikerjakan oleh perusahaan asing. Rencananya pelaksanaan proyek ini akan dilakukan secara resmi pada Jumat (11/11/2005) dengan melakukan first ground breaking dan peletakan batu pertama proyek ini di Labuhan Maringai, Lampung. Total kontrak yang dimenangkan industri pipa dalam negeri adalah 480 kilometer dengan kebutuhan pipa baja sebesar 142,9 ribu ton dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,168 triliun.Tigor menjamin, pelaksanaan tender proyek ini dilaksanakan secara fair dan transparan. "Tender melalui proses tender internasional yang fair dan transparan sehingga diperoleh harga yang sangat kompetitif. Selain itu, ini juga diikuti peserta dari luar negeri," urainya."Karena kompetisi yang ketat ini, telah membuktikan produsen dalam negeri sudah mampu bersaing dengan produsen luar negeri dalam soal harga, spesifikasi maupun delivery," ujar Tigor.
(mar/)










































