googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Okt 2019 20:16 WIB

Kabut Asap Parah, Kemenhub Imbau Nakhoda Waspada Lewati Sungai Musi

Angga Laraspati - detikFinance
Foto: Raja Adil Siregar Foto: Raja Adil Siregar
Jakarta - Cuaca buruk kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang Sumatera Selatan masih terus terjadi yang dapat mengganggu aspek keselamatan pelayaran di Sungai Musi Palembang. Karena itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang telah menerbitkan surat edaran tentang Antisipasi Datangnya Cuaca Buruk Kabut Asap.

"Kami mengimbau kepada para nakhoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam setiap pelayaran sesuai dengan kecakapan pelaut khususnya di Palembang, selain itu agar mengoptimalkan penggunaan sarana bantu navigasi yang tersedia di kapal untuk pengamatan keliling yang layak," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2019).

Ahmad juga mengimbau agar para nakhoda kapal selalu melakukan komunikasi radio dengan stasiun radio pantai, stasiun pandu, Vessel Traffic Services (VTS) dan kapal-kapal melalui channel yang sesuai dengan ketentuan selama dalam pelayaran.


"Maklumat Pelayaran ini dikeluarkan dalam rangka untuk menjaga keselamatan kapal dalam pelayaran di perairan dengan jarak tampak terbatas (restricted visibility) akibat asap kebakaran hutan (haze)," kata Ahmad.

Selain itu, bafi para nakhoda yang beroperasi di wilayah perairan dengan jarak pandang terbatas, Ahmad meminta agar selalu melakukan pengamatan yang layak.

"Berdasarkan Maklumat Pelayaran, saya mengimbau kembali kepada para Nakhoda Kapal yang beroperasi di wilayah perairan dengan jarak tampak terbatas agar selalu melakukan pengamatan yang layak, berlayar dengan kecepatan aman, menyiapkan mesinnya agar dapat berolah gerak, menghindari jarak terlalu dekat agar terhindar dari bahaya tubrukan, serta dapat membunyikan isyarat kapal yang lengkap sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, para Marine Inspector juga diingatkan agar memastikan perlengkapan penerangan navigasi, radio dan isyarat bunyi kapal berupa suling, genta atau gong memenuhi persyaratan yang ditentukan dan berfungsi dengan baik.

"Seluruh perusahaan yang kapalnya berlayar di kabut asap agar melakukan penilaian resiko (risk assesment) terkait kabut asap dan segera mengambil langkah tindak lanjut sesuai kondisi kapal," tutup Ahmad.


Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran tentang Instruksi Keselamatan Kapal terkait Kabut Asap yang ditujukan kepada para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Kepala Kantor KSOP, Kepala Kantor UPP, Marine Inspector, Perusahaan Pelayaran, Operator Kapal, dan Nakhoda Kapal.

Sebagai informasi, Sungai Musi yang panjangnya 750 kilometer memiliki peran penting sebagai jalur perdagangan dan transportasi. Saat ini bagian hilir Sungai Musi yang digunakan sebagai jalur perdagangan maupun transportasi.

Sungai Musi juga memiliki karakter yang unik, yaitu mengalami pasang surut dua kali sehari. Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang masuk ke Sungai Musi harus dipandu.

Simak Video "Terparah! Kabut Asap Selimuti Palembang Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com