Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 11:44 WIB

Bikin Tajir Melintir, Ini Sejarah Orang China Beternak Babi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sepasang Suami istri peternak babi ini berhasil masuk dalam daftar orang terkaya China. Qin Yinglin dan Qian Ying, suami-istri yang mendirikan Muyuan Foods merangsek masuk ke daftar 20 besar orang terkaya di China. Keduanya ada di peringkat 15.

Keduanya mengantongi harta senilai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 196 triliun (Rp 14.000/US$). kekayaan tersebut didapatkan setelah mereka menjual 5,8 juta ekor babi saat harga hewan ternak tersebut sedang tinggi-tingginya.

Babi terbilang salah satu komoditas ternak yang paling diminati di China. Hal ini dikarenakan babi merupakan simbol kemakmuran dan kesehatan bagi masyarakat negeri tirai bambu. Tidak hanya itu, babi telah menjadi pusat pertanian dan budaya Tiongkok selama ribuan tahun.

Melansir dari Dialogo Chino, Selasa (15/10/2019) bukti genetik dan arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang di China mulai memelihara babi dari jenis babi hutan sekitar 8.000 hingga 9.000 tahun yang lalu, meskipun pengelolaan manusia terhadap populasi babi hutan mungkin dimulai lebih awal.


Pada Zaman Perunggu (sekitar 4.000 tahun yang lalu) babi adalah salah satu hewan peliharaan paling umum di China dan memainkan peran penting dalam subsisten, ritual penguburan, dan ritual leluhur.

Ketika sebelumnya babi dipelihara dan dilepas secara bebas, pada Kekaisaran Han, karena sebagian masyarakat bertani, orang tidak bisa membiarkan babi mencari makan secara bebas dan mulai mengurung mereka dalam kandang. Sebagian besar keluarga hanya memiliki beberapa babi, yang mereka makan hanya pada acara-acara khusus. Namun manfaat terbesar dari hewan ini adalah pupuk kandang yang mereka hasilkan. Ketika mayoritas masyarakat bercocok tanam, pupuk kandang ini menjadi penting guna memelihara tanaman pangan.

Selang waktu berlalu, pemeliharaan babi secara tradisional lambat laun mulai ditinggalkan. Selama era sosialis (1949-1976), industrialisasi peternakan babi pun dimulai. China mulai mengadopsi dan berinovasi model industri produksi daging yang dikembangkan di AS dan Eropa pada tahun 1970-an dan semakin intensif sepanjang 1990-an.


Saat ini, Tiongkok memiliki sektor agribisnis domestik yang kuat dengan beberapa industri peternakan babi terbesar di dunia. Operasi komersial dapat meningkatkan ratusan ribu atau bahkan jutaan babi setiap tahun. Tidak heran bila saat ini China merupakan rumah bagi setengah dari 1,3 miliar populasi babi di dunia. Orang-orang China memakan setengah dari semua babi di planet ini. Kini negeri tirai bambu merupakan pengelola daging babi terbesar di dunia. Salah satunya seperti Muyuan Foods milik Qin Yinglin dan Qian Ying.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com