Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 07:36 WIB

Neraca Dagang Masih Tekor Jelang Pelantikan Jokowi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
1 Laptop dan Handphone Bikin Tekor
Halaman 2 dari 3
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance

Salah satu mitra dagang yang bikin RI tekor adalah China.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto Indonesia mengalami defisit dagang cukup besar dengan China, yaitu sebesar US$ 13,9 miliar.

"Impor utama kita Januari-September masih dari China 29,34% pada September ini. Komoditas utama adalah handphone, notebook (laptop)," katanya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Selain tekor dengan China, RI juga mencatat defisit perdagangan dengan Australia sebesar US$ 1,9 miliar dan Thailand sebesar US$ 2,9 miliar.

"Impor dari China, Ukraina kalau dibedah ke dalam barangnya terutama Serealia dan mesin pesawat mekanik. Impor dari korsel naik US$ 74,80 juta. Impor dari AS turun US$ 78,6 juta, Jepang dan Itali juga turun," ujarnya.

Sejak awal tahun hingga September 2019, produk elektronik China memang masih membanjiri RI, terutama ponsel dan laptop.

Lanjut ke halaman berikutnya >>>

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com