Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 11:00 WIB

Pemerintah Kesulitan Genjot Kredit Rakyat ke Sektor Produksi

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Koordinator Perekonomian menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor produksi dengan porsi 60% dari total yang bakal disalurkan sebesar Rp 140 triliun tahun ini. Sisanya untuk perdagangan dan sebagainya.

"Tahun ini sebenarnya (sektor) produksi itu 60% tapi saya melihat mulai nggak tercapai 60 persennya," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Darmin menjelaskan, permasalahan yang menyebabkan target tersebut sulit tercapai. Hal itu dikarenakan mereka bekerja secara individu. Itu membuat perbankan yang menyalurkan kredit tidak terlalu bersemangat.

"Kalau sendiri-sendiri banknya biasanya tidak terlalu semangat dibandingkan dia ngurusin 1 kelompok 100 orang yang menerima KUR itu, buat dia lebih semangat dia mengurusnya," ujarnya.



Jika pelaku usaha ini bekerja secara berkelompok atau membentuk klaster, menurut Darmin akan lebih mudah mendapatkan penyaluran kredit dari perbankan.

"Jadi kita memang harus mendorong lahirnya klaster atau kelompok kegiatan UMKM. Itu dia tantangannya dan itu nggak mudah membuat orang untuk berkelompok," jelasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan, hingga Agustus 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp 102 triliun, dari target Rp 140 triliun.

"Realisasi penyaluran KUR pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Agustus 2019 adalah Rp 102 triliun dan diberikan kepada 3,6 juta debitur," tambahnya.



Simak Video "Hore! Bunga KUR Turun Menjadi 6% di 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com