googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 12:15 WIB

Sumur Bor Dibatasi, Penurunan Muka Tanah Jakarta Mulai Berkurang

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Santer terdengar bahwa DKI Jakarta berpotensi tenggelam. Salah satu penyebabnya lantaran penggunaan air tanah melalui sumur bor yang berlebihan.

Menurut hasil kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter. Penurunan itu terjadi selama beberapa puluh tahun.

Meski begitu, Badan Geologi mencatat dari 2013 hingga 2018 penurunan permukaan tanah relatif membaik. Tercatat permukaan tanah di Jakarta saat ini turun 35 meter.


Perbaikan itu lantaran adanya pengetatan pemberian izin sumur bor di Jakarta. Sejak 2015 Pemprov DKI Jakarta memberikan kewenangan izin sumur bor kepada Badan Geologi Kementerian ESDM.

Badan Geologi juga sudah membuat peta konservasi air tanah di Jakarta dengan kedalaman 40-140 meter. Ada beberapa zona merah dan kuning yang ditetapkan tidak boleh lagi untuk dibuat sumur bor air tanah.

Meski begitu masih menurut catatan Badan Geologi, dari hasil pemantauan dengan GPS Geodetic, laju penurunan tanah di Jakarta Utara mencapai 12 cm setiap tahunnya. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin Jakarta akan tenggelam secara harafiah.



Simak Video "5 Kota Terancam Tenggelam, Jakarta Salah Satunya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com