googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 22:30 WIB

Kemendag Bantah Soal Impor Daging Sapi Brasil Molor ke 2020

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Tangerang - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana membantah rencana impor daging sapi Brasil sebanyak 50.000 ton akan molor ke tahun 2020.

Wisnu mengatakan, rencana impor daging sapi Brasil merupakan keputusan rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hasil rakortas tersebut sudah menetapkan bahwa impor ini dilaksanakan untuk tahun 2019.

"Ya nggaklah (batal), 2019 lah. Kan untuk tahun ini keputusan rakortasnya. Kita berdasarkan rakortas, dan rakortasnya tahun ini, tahun 2019. Berarti sampai akhir 2019 kan Desember," terang Wisnu ketika mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (16/10/2019).


Wisnu mengatakan, saat ini baru dan PT Berdikari (Persero) yang sudah mengajukan perizinan impor (PI) karena sudah memperoleh rekomendasi teknis (rekomtek) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Sedangkan, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)/PPI belum mengajukan PI.

"Berdikari sudah dikasih rekomtek dari Kementan, mereka sedang mengajukan ke kita. Kalau Bulog dan PPI belum, saya juga belum lihat," tutur Wisnu.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) memprediksi bahwa pengadaan impor daging sapi Brasil bakal molor ke tahun 2020 karena pihaknya belum memperoleh rekomtek dari Kementan. Menanggapi hal tersebut, Wisnu menjelaskan bahwa Bulog harus mengajukan rakortas ulang jika impornya molor ke tahun 2020.

"Kalau Bulog silakan bisa saja melakukan perubahan tapi rakortas lagi kan? Kalau mau memang diubah ya rakortas," ujar dia.

Lalu, Wisnu mengungkapkan, pengadaan impor ini memang disesuaikan dengan kebutuhan pasokan daging sapi, mengingat saat ini harga daging sapi di pasar masih tinggi.

"Kebutuhan pasti ada, justru dikasih impor untuk menjaga stabilisasi pasokan itu saja. Kalau daging sapi di pasar harga ya masih stabil, stabil tapi di atas (tinggi)," ucapnya.


Menurut Wisnu, jika Berdikari sudah melengkapi persyaratan perizinan impor, maka dalam waktu lima hari izin impor Kemendag sudah bisa terbit.

"Setelah rekomtek sudah ya kita terbitkan PI. Kita cek dulu persyaratannya, kalau nggak lengkap ya mereka harus mengajukan lagi. Kalau lengkap paling lama lima hari (penerbitan PI)," urainya.

Sebagai informasi, dalam pembagian impor 50.000 ton daging sapi Brasil tersebut Bulog akan mendapatkan kuota impor 30.000 ton daging sapi Brasil, PPI sebanyak 10.000 ton, dan Berdikari sebanyak 10.000 ton daging sapi Brasil.

Simak Video "Pengusaha Daging Puji Tekad Jokowi Stabilkan Harga Pasar, Tapi . . ."
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com