Rencana Besar Bangkitkan Merpati dari 'Mati Suri'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 17 Okt 2019 08:30 WIB
2.

Sayap Garuda untuk Kepak Merpati

Rencana Besar Bangkitkan Merpati dari Mati Suri
Foto: Istimewa

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara menjelaskan, kerja sama antara Garuda dan Merpati meliputi bisnis kargo, perawatan (maintenance) dan training center. Kerja sama ini untuk mendatangkan bisnis ke Merpati sehingga memiliki keuntungan untuk mencicil utangnya.

"Jadi kerja sama ini membantu Merpati untuk going concern, mendatangkan bisnis untuk Merpati tetapi Garuda juga dalam hal ini tidak merugi dan tidak terbebani, plus Garuda juga bisa mengembangkan pasarnya di Indonesia dan internasional," jelasnya.

Ari mengatakan, nantinya, aset Merpati berupa fasilitas perawatan dan training center Merpati akan dikelola Garuda. Dia menuturkan, tak ada suntikan dana untuk membantu Merpati.

"Garuda hanya bantu fokus Merpati di kargo dulu dan maintenance facility-nya dan training centernya semua dikelola oleh Garuda," ujarnya

"Tidak ada suntikan dana. Kami hanya bantu operasional. Sebetulnya ini Merpati membawa volume BUMN sedangkan operasi dilakukan oleh Garuda," tambahnya.

Untuk bisnis kargo nantinya akan menggunakan pesawat Garuda. Saat ini tersedia 5 pesawat kargo, di mana dua di antaranya berasal Citilink. Tahun depan, akan ada 8 pesawat kargo untuk dikerjasamakan dengan Merpati.

"Kemudian di 2020 kami akan ada (pesawat) 738 di Juni 2020 dan satu 330, jadi total 8 freighter akan kami operasikan untuk mengangkut kargo BUMN ini dalam kerjasama Merpati tahun 2020," ujarnya.

Soal pembagian keuntungan kerja sama ini, Ari belum menerangkan secara rinci. Dia bilang, Garuda hanya mengambil ongkos manajemen.

"Kami tidak ambil profit semua dari sana. Kami hanya add cost dan management fee. Management fee mungkin nanti tanya ke Pak Asep (Dirut Merpati) karena ini bisnis. Jadi Garuda hanya dapat management fee sama add cost lain," ujarnya.