Pertamina Merasa Dipojokkan Soal Kasus Avtur Oplosan

Pertamina Merasa Dipojokkan Soal Kasus Avtur Oplosan

- detikFinance
Rabu, 09 Nov 2005 12:03 WIB
Jakarta - Pertamina merasa dipojokkan oleh sejumlah pihak berkaitan dengan kasus pengoplosan avtur di Bandar Udara Hasanuddin, Makassar.Pertamina merasa yakin semua prosedur pengisian avtur ke pesawat Batavia Air sudah melalui prosedur yang benar dan tidak mengandung air.Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie H Soemarno, sejauh ini sudah dibentuk tim yang terdiri dari unsur Dirjen Perhubungan Udara Dephub, Mabes Polri dan Pertamina."Kita juga sudah sepakat tidak mengeluarkan statemen yang meresahkan. Tapi belakangan ini entah kenapa keluar statemen yang memojokkan Pertamina. Ini sangat meresahkan kita. Kenapa kita yang disalah-salahkan," ujar Arie di sela-sela acara halal bilahal di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (9/11/2005).Arie menambahkan, Pertamina sangat concern dengan masalah ini dan tidak berjanji tidak akan main-main, mengingat masalah ini mempertaruhkan keselamatan penumpang."Kita minta ini diusut tuntas karena menyangkut kepentingan penerbangan nasional dan Pertamina juga. Ini juga menyangkut keselamatan penumpang. Kita tidak mau main-main dengan hal ini," tegas Arie.Ditambahkan, Pertamina sudah menjalankan bisnis pengiriman avtur selama 40 tahun, namun baru kali ini mendapatkan masalah. "Sekarang kita distribusikan 6,6 juta kiloliter avtur di seluruh Indonesia. Jadi sistem ini telah berjalan bertahun-tahun dan tidap pernah ada masalah," tambahnya.Pertamina juga mempertanyakan soal adanya air di badan pesawat Batavia Air. Pasalnya, saat itu Pertamina mengisi avtur sebanyak 10.500 liter. Dan setelah adanya laporan kandungan air, jumlah avtur yang dikeluarkan mencapai 10.300 liter."Setelah dicek, tidak ada airnya. Kemudian Batavia menyatakan telah mengeluarkan air dalam jumlah besar sebanyak 1.000 liter. Dari mana airnya? Sementara yang dikeluarkan kan 10.300 liter dari pesawat. Ini yang harusnya diteliti dari mana airnya," tandas Arie. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads