Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ekonomi Segitiga IMT-GT

Riau Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ekonomi Segitiga IMT-GT

- detikFinance
Rabu, 09 Nov 2005 13:36 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan kerjasama ekonomi sub regional segitiga pertumbuhan Indonesia, Malaysia, Thailand-Growth Triangle (IMT-GT). Riau akan memanfaatkan berbagai peluang bisnis dengan kedua negara tetangga tersebut dalam kesempatan itu. Pertemuan segitiga ekonomi ini akan dilaksanakan 11 hingga 15 November 2005 di Pekanbaru.Gubernur Riau Rusli Zainal mengungkapkan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (09/11/2005) di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru."Acara ini selain menerima tamu dari kedua negara, juga akan dihadiri Menko Perekonomian serta seluruh gubernur se-Sumatera. Nantinya ajang ini bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan sejumlah peluang investasi di Riau pada khususnya," kata Rusli.Untuk menarik minat investor, kata Rusli, pemerintah daerah telah mengambil terobosan baru dengan cara mempermudah jalur birokrasi. Cara yang dimaksud adalah dengan membuat sistem pelayanan terpadu di bawah satu atap alias one stop service.Dia menjelaskan, selama ini proses investasi di Indonesia kabarnya memakan waktu sampai 54 hari. Di Malaysia sendiri penanaman investasi memakan waktu di bawah 300 hari. Sedangkan Singapura cukup dalam waktu 60 hari."Dengan sistem ini para investor tidak perlu lagi berurusan dengan banyak kantor, tapi cukup dengan Badan Promosi Investasi (BPI). Semua perwakilan kantor terkait dengan proses investasi tersedia di sana. Sehingga pelayanan satu atap ini sudah memangkas berbagai jalur birokrasi dan jangan coba-coba ada pungutan liar," urai Rusli.Dalam pertemuan IMT-GT ini, kata Rusli, Riau akan mencoba menawarkan sejumlah peluang investasi. Antara lain, pembuatan jalan tol Pekanbaru-Dumai yang kini proses tendernya sebagian telah diproses pemerintah pusat. Para pengusaha Malaysia dan Thailand yang hadir diharapkan ikut berpartisipasi dalam penanaman modal untuk jalan tol.Pemerintah Provinsi Riau juga akan menawarkan hasil Hutan Tanaman Industri (HTI) sekaligus membuka peluang pembuatan jalur keretan api Dumai ke Rantua Prapat Sumatera utara."Kita juga akan menjajaki peluang bisnis sayur mayur ke Malaysia dan Thailand. Selama ini jenis sayur berkualitas dari Riau baru kita ekspor ke Singapura. Sekaligus kita membuka promosi perluasan pelabuhan internasional di Dumai," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads