Terkait hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, hal itu merupakan kritik pedas agar Presiden mau mendengar dunia usaha.
"Kritik pedas untuk Pak Jokowi agar mendengar dunia usaha. Peran dinamisator di bidang ekonomi redup pada pertama. Wajar kalau pertumbuhan ekonomi mentok di 5%," katanya kepada detikcom, Minggu (20/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jangan Pilih Menteri Ekonomi Sableng! |
Menurut Mardani, peran dunia usia penting untuk mendorong ekonomi. "Plus perlunya membantu dunia usaha agar ekonomi muter," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani berharap, tidak ada lagi menteri sableng di periode kedua pada pemerintahan Jokowi. Berdasarkan pengalamannya, ada menteri yang tidak bisa diajak berkomunikasi dengan stakeholder, sehingga antara menteri dengan stakeholder malah bertengkar.
"Kemarin ada tuh yang sableng yang nggak bisa berkomunikasi sama stakeholdernya, yang ada malah berantem sama stakeholder itu ada. Mudah-mudahan udah nggak ada lagi tuh ntar," ungkapnya.
Haryadi tidak mau menyebutkan secara spesifik siapa menteri sableng yang dimaksud. Dirinya yakin betul bahwa menteri tersebut tidak akan 'terpakai' lagi di periode kedua.
"Kemungkinan begitu. Menteri yang mendapat cap-an jelek dari dunia usahanya, dari stakeholdernya pasti dicatat presiden. Kecuali kalau nanti tuh orang muncul lagi, nah itu pasti akan berhadapan keras sama kita tuh," ujar Haryadi sambil diiringi gelak tawa.
(dna/dna)











































