Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Okt 2019 16:49 WIB

Bandara Semarang Punya Ruang Multisensori, Apa Itu?

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kini dilengkapi dengan ruang multisensori bandara pertama se-Asia Pasifik. Ruangan tersebut ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus.

Ruangan diresmikan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji, General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, serta Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dan Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Ratna Juwita.

"Ini yang pertama di Asia Pasifik," kata Devy di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Senin (21/10/2019).

Bandara dunia yang punya fasilitas serupa yaitu Heathrow International Airport di Inggris, Shannon International Airport di Irlandia, Pittshburg International Airport di Rusia, dan tiga di Amerika Serikat yaitu Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, Lehigh Valley International Airport, dan Birmingham-Shuttlesworth International Airport.

"Keberadaan ruang multisensori ini dapat digunakan sebaik mungkin dan memberikan banyak manfaat bagi pengguna jasa, khususnya orang tua yang bepergian bersama anak dengan autisme. Anak 13 tahun yang berpergian sendiri juga memiliki kebutuhan khusus," jelasnya.

Ruangan yang dimaksud sebesar 3,6 meter x 10 meter dan terletak di ruang tunggu keberangkatan domestik Bandara Ahmad Yani. Fasilitasnya ada matras di lantai dan dinding, bola gym, bean bag, aqua tube, lampu LED warna warni, laser finger dan lainnya.


"Diharapkan setelah dari ruangan ini sudah tenang saat perjalanan," pungkasnya.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menjelaskan ruang multisensori itu didesain memberikan stimulan yang menenangkan, mengatasi ketegangan, dan mengurangi perilaku temper tantrum pada anak dengan autisme.

Ruangan tersebut memiliki 2 tipe kegunaan dengan mengubahnya menjadi ruangan putih dan ruangan gelap. White room atau ruangan putih berguna untuk menciptakan rasa aman, santai, dan memberikan sensasi nyaman kepada anak dengan autisme. Sementara black room atau ruangan gelap berguna untuk memfasilitasi pemahaman anak dengan autisme terhadap lingkungan sekitar dan pemahaman mengenai hubungan sebab-akibat.

"Hadirnya ruang multisensori ini merupakan salah satu komitmen kami dalam memberikan suatu pengalaman yang bernilai kepada seluruh pengguna jasa, tak terkecuali kepada penumpang yang memiliki anak dengan autisme agar dapat merasa tenang, aman, dan nyaman sebelum berpergian dengan pesawat udara, khususnya di tengah situasi bandara yang sibuk," kata Fahmi.

Selain ruang multisensori, diresmikan juga patung Jenderal Ahmad Yani setinggi 12 meter di pintu jalan masuk bandara dan Grha Jenderal Bandara Ahmad Yani Semarang yang meliputi gedung Administrasi Kantor Cabang Angkasa Pura I Bandara Jenderal Ahmad Yani, gedung Terpadu, dan gedung Serba Guna.

"Kami berharap berbagai fasilitas yang kami hadirkan di sini dapat menambah nilai pelayanan bagi mitra kerja, mitra usaha, dan pengguna jasa Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang," tandas Fahmi.



Simak Video "Asyik! Sebentar Lagi KA Bandara Adi Soemarmo-Boyolali Bisa Dinikmati"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com