Harga Keramik Naik Lagi 10-15%
Kamis, 10 Nov 2005 17:45 WIB
Jakarta - Setelah menaikkan harga keramik sebesar 10 persen sebelum lebaran, pengusaha industri keramik kembali akan menaikkan harga jualnya pada November ini sebesar 10-15 persen."Saat kita menaikkan harga sebelum lebaran sebesar 10 persen itu diterima dengan baik, maka kita rencanakan bulan ini naik lagi sekitar 10-15 persen," kata Ketua Umum Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Ahmad Wijaya di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/11/2005).Penjualan keramik saat ini sebesar 80 persen terserap oleh penjualan ritel. Pasalnya, sektor properti yang biasanya menjadi andalan karena banyak menggunakan keramik pertumbuhan konstruksinya melambat. Sehingga produsen beralih ke penjualan ritel.Mengenai pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menurut Ahmad, meski telah terjadi kenaikan harga, namun suplai belum bisa terjamin lancar. PGN hanya bisa memasok gas untuk industri keramik di wilayah Jawa Barat sebesar 80 persen dan Jawa Timur sebesar 60 persen. Padahal, utilisasi produk keramik sangat tergantung dengan suplai gas yang ada. Namun untuk harga gas dengan PGN, diakui Ahmad, saat ini tidak ada masalah karena kedua belah pihak telah sepakat dengan harga baru, yang dikuatkan dengan penandatanganan Master of Understanding (MoU).
(ir/)











































