Kiprah Budi Gunadi, Sarjana Nuklir yang Jadi Wamen BUMN

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 26 Okt 2019 14:00 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Budi Gunadi Sadikin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bersama Kartika Wirjoatmodjo, dirinya ditugaskan untuk membantu Erick Thohir di Kementerian BUMN.

Bagaimana perjalanan karir Budi sebelum jadi Wamen?

Mengutip laman resmi Inalum, pria kelahiran 1964 ini merupakan Sarjana Fisika Nuklir lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perjalanan kariernya di mulai tahun 1988 dengan menjadi Staff Teknologi Informasi IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Setelah itu, Budi dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai System Integration & Professional Services Manager.

Kemudian kariernya berlanjut di Bank Bali dengan beberapa jabatan sebagai General Manager Electronic Banking wilayah Jakarta dan Chief General Manager Human Resources hingga 1999.


Dari Bank Bali, ia bergabung ke ABN Amro Bank Indonesia hingga menjabat sebagai Direktur Consumer dan Commercial Banking untuk ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia hingga 2004.

Setelah itu, Budi bergabung dengan Bank Danamon dan menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur di Adira Quantum Multi Finance.

Pada tahun 2006, Budi mulai merapat ke bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Direktur Micro & Retail Banking. Di tahun 2013, ia diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri hingga 21 Maret 2016.

Tahun 2016, sarjana nuklir ini merapat ke pemerintah dengan menjadi Staff Khusus Menteri Negara BUMN. Ia juga aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia kala itu.

Di tahun 2017, Budi diangkat menjadi Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebelum akhirnya efektif menjadi direktur utama pada 14 September 2017.

Di tangan Budi, salah satu perusahaan tambang terbesar PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali ke pangkuan Indonesia. Lantaran, mayoritas sahamnya kini dimiliki Indonesia.



Simak Video "Satgas PEN: 2,5 Juta Karyawan Sudah Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)