Lipsus Bisnis Boba

Alasan Bisnis Boba Makin Menggila

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 27 Okt 2019 13:51 WIB
Foto: istimewa
Jakarta - Bisnis minuman dengan topping bubble atau minuman boba belakangan ini semakin marak. Pemainnya terus bermunculan di mana-mana layaknya amuba yang hidup di berbagai habitat.

Lantas, apa yang membuat bisnis boba eksis di masa kini?

Pengamat ekonomi dan bisnis Indef, Ahmad Heri mengatakan, permintaan masyarakat yang terus meningkat akan minuman praktis dan lebih sedikit mengandung bahan pengawet menjadi salah satu alasan mengapa minuman boba eksis.

"Pertama ini kan terkait dengan permintaan yang terus meningkat. Perilaku masyarakat sekarang ingin minuman yang praktis tapi dianggap masih segar dan tak berpengawet. Beda kalau kita beli minuman instan dalam kemasan yang dikhawatirkan ada bahan pengawet. Kalau minuman-minuman boba itu relatif yang masih fresh, dibuat pada saat itu," terang Heri ketika dihubungi detikcom, Jumat (25/10/2019).


Lalu, minuman boba untuk kalangan muda masa kini cukup terjangkau. Selain itu, sejumlah merchant minuman boba juga gencar memberi penawaran menarik. Penawaran tersebut diberikan bekerja sama dengan sejumlah platform pembayaran digital.

"Kedua, segi harga masih cukup terjangkau. Kemudian juga banyak promosi, apabila kita bayar pakai e-wallet, platfrom-platform digital itu banyak diskon atau cashbak biasanya. Dan itu membuat masyarakat tambah tertarik untuk mengkonsumsi itu," kata Heri.

Menambahkan pendapat di atas, General Manager Kamutea Indonesia, Ronald Layandi menuturkan, pemain bisnis boba masa kini memiliki kemampuan inovasi yang luar biasa. Inovasi itu diikuti para pemain berdasarkan tren di kalangan anak muda.

"Kalau menurut saya boba itu sama dengan fashion. Jadi sirkulasi kehidupannya akan ada sekian tahun kemudian dan akan ada lagi. Kalau ditanya kenapa bisa lebih survive dibandingkan jenis lain, balik lagi kompetisi itu kita selalu menganggap sebagai pikiran positif jadi akan ada inovasi dan memperluas pasar. Dan hal itu membuat masing-masing brand, dikenal dan selalu diingat orang. Itu yang membuat salah satu hal kenapa bisnis boba lebih bertahan lama dibandingkan beberapa konsep bisnis minuman lainnya," jelas Ronald ketika ditemui detikcom di Jakarta beberapa waktu lalu.


Selain itu, menurut Ronald, daya beli generasi milenial dan generasi Z yang merupakan pelanggan setia minuman boba juga membaik. Sehingga, mereka tak keberatan mengkonsumsi minuman boba beberapa kali.

"Kita melihat sekarang ini generasi milenial dan Z mereka secara lifestyle dan spending power cukup bagus," ujar dia.

Selain itu, menurut Founder and CEO Kokumi, Jacqueline Karina, boba yang berasal dari kebudayaan Taiwan itu cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Menurutnya, ketika seseorang mengkonsumsi boba maka ia akan merasa senang karena boba memiliki ciri khas yang enak dan kenyal.

"Boba itu salah satu yang bikin happy. Boba itu tren yang didatangkan dari Taiwan. Boba itu aslinya dari Taiwan, tapi orang Indonesia suka. Karena chewy dan rasanya manis, empuk," pungkas Jacqueline.

Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)