Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 28 Okt 2019 13:26 WIB

Demo Tak Kunjung Usai, Hong Kong Kini Jatuh Dalam Resesi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Foto: REUTERS/Jorge Silva Foto: REUTERS/Jorge Silva
Jakarta - Hong Kong telah jatuh ke dalam resesi. Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan menyatakan dalam sebuah postingan blog bahwa Hong Kong telah mengalami kontraksi ekonomi semalam dua kuartal berturut-turut akibat protes anti-pemerintah yang tidak kunjung selesai.

Menurut Paul, Hong Kong dirasa tidak mungkin mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan pada tahun ini. Melansir dari Reuters, Senin (28/10/2019), dia juga mengatakan bahwa akan sangat sulit bagi Hong Kong untuk mencapai perkiraan pemerintah (perhitungan sebelum adanya aksi demo) mengenai pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 0%-1%.

Aksi protes di Hong Kong ini telah berlangsung selama kurang lebih 21 minggu. Pada hari Minggu kemarin, demonstran berpakaian hitam dan bertopeng membakar toko-toko dan melemparkan bom bensin ke polisi. Pihak polisi merespons dengan gas air mata, meriam air, dan peluru karet.


Para pengunjuk rasa secara rutin membakar halaman depan pertokoan dan bisnis termasuk bank, terutama yang dimiliki oleh perusahaan China daratan. Menyebabkan bisnis ritel dari mal perbelanjaan utama hingga bisnis keluarga, terpaksa tidak dapat beroperasi selama beberapa hari dalam beberapa bulan terakhir.

Demo yang berujung pada kerusuhan ini juga menyebabkan sektor pariwisata mengalami penurunan. Jumlah wisatawan yang mengunjungi Hong Kong terus mengalami penurunan hampir 50% pada Oktober ini.


Sementara itu pihak berwenang telah mengumumkan langkah-langkah untuk melindungi usaha kecil dan menengah lokal. Meski demikian, Paul Chan mengatakan kalau langkah-langkah itu hanya dapat mengurangi sedikit tekanan pada perekonomian Hong Kong. Paul mengharapkan agar aksi demo ini dapat segera mereda sehingga industri dan perdagangan dapat kembali beroperasi secara normal.

"Biarkan warga kembali ke kehidupan normal, biarkan industri dan perdagangan beroperasi secara normal, dan ciptakan lebih banyak ruang untuk dialog rasional," tulisnya dalam sebuah postingan blog.

Simak Video "Dikepung Polisi di Kampus, Demonstran Hong Kong Dijemput Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com