Pertamina Ingin Segera Ngebor Minyak Cepu
Jumat, 11 Nov 2005 10:39 WIB
Jakarta - Tak kunjung mencapai kesepakatan dengan Exxon, Pertamina berkeinginan untuk segera melakukan pengeboran minyak di Blok Cepu.Pertamina juga berencana melaporkan masalah belum sepakatnya penunjukan operator Blok Cepu ini kepada Presiden SBY.Pemerintah telah memutuskan pembagian Blok Cepu untuk Pertamina dan Exxon. Namun masalah tersebut belum tuntas, karena kedua belah pihak belum sepakat mengenai operator pengelolaannya.Exxon berkeinginan menjadi operator Blok Cepu selama 30 tahun. Sedangkan Pertamina menginginkan pengelolaan dilakukan secara bergantian dengan Pertamina terlebih dahulu sebagai pengelolaannya."Kita ingin gantian sajalah, kita dulu, baru dia (Exxon). Kalau tidak ada kesepakatan, kita bor saja langsung," kata Dirut Pertamina Widya Puranama di sela acara pelantikan pejabat eselon I Depertemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Widya mengungkapkan, pemerintah, dalam hal ini presiden, menginginkan agar pelaksanaan pengelolaan Blok Cepu dilakukan secara bergantian."Presiden mintanya joint operatorship, ini Presiden yang minta loh. Kalau Exxon tidak mau dan mau sendiri, ini kan nggak benar," ujarnya.Blok Cepu, menurut Widya, harus segera dioperasikan, mengingat harga minyak saat ini sedang tinggi. "Ini tidak boleh lama-lama, kalau tidak dibor sekarang akan tertunda lagi, apalagi harga minyak lagi tinggi," katanya.Kalaupun kesepakatan joint operatorship menjadi deadlock, Widya mengaku akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden, agar Blok Cepu bisa dikelola.Sementara dalam pelantikan pejabat eselon satu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengangkat Simon Felix Sembiring sebagai Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi. Sebelumnya, Felix menjabat Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral.Kemudian Nennny Sri Utami Poerwoto diangkat menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, yang sebelumnya adalah staf ahli Menteri ESDM bidang ekonomi dan keuangan.Selanjutnya Bambang Dwijanto diangkat sebagai Kepala Badan Geologi, yang sebelumnya staf ahli Menteri ESDM bidang informasi dan komunikasi.
(ir/)











































