PLN Minta Royalti Pemakaian Batu Bara Jika TDL Ditolak

PLN Minta Royalti Pemakaian Batu Bara Jika TDL Ditolak

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2005 16:25 WIB
Jakarta - PLN berkeinginan mendapatkan royalti pemerintah sebesar 13,5 persen dari pemakaian batu bara ke PLN sebagai salah satu jalan keluar jika pemerintah menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL)."Kebutuhan batu bara PLN itu sebesar 150 juta ton. Jadi kalau 13,5 persennya itu sebesar 20 jutaan ton. Sehingga sebagian besar kebutuhan batu bara PLN bisa ditutup. Tapi ini baru pemikiran saja," kata Dirut PLN Eddie Widiono kepada wartawan di Depertemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Kenaikan TDL, kata Eddie, merupakan jalan terakhir yang akan diambil jika tidak ada jalan keluar lagi selain memberikan subsidi kepada PLN. "Saya yakin pemerintah pasti punya jalan keluar lainnya. Kalau memang beberapa skenario dari PLN belum diexercise pemerintah," katanya.PLN, lanjut Eddie, percaya pemerintah memahami pembengkakan biaya bukan karena terjadinya inefisiensi tapi karena kenaikan harga BBM. Pemerintah berjanji akan membantu PLN untuk menutupi kekurangan itu. "Barangkali masih akan dicari jalan keluar lain, dengan mencari bahan bakar yang lebih murahmisalnya batu bara," katanya.Mengenai kemungkinan harga batu bara akan naik, Eddie melihat, itu baru rencana dari PT Tambang Batu Bara Bukit Asam saja belum keputusan final. "Masih ada pemikiran lain misalnya royalti pemerintah sebesar 13,5 persen atas batu bara ke PLN diberikan ke PLN," tambahnya.Cara ini dinilai dapat mengurangi beban subsidi pemerintah kepada PLN karena menurunkan biaya produksi PLN. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads