Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 11:16 WIB

Saat Ma'ruf Amin Berbincang dengan Ibu Hamil Soal Stunting

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Maruf Amin berbincang soal stunting di Bali (Danang Sugianto/detikcom) Foto: Maruf Amin berbincang soal stunting di Bali (Danang Sugianto/detikcom)
Bali - Setelah melakukan pembukaan konferensi IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua Bali, Wakil Presiden Ma'ruf Amin melanjutkan kunjungannya ke Desa Pecatu. Di sini dia berserta istri, Wury Ma'ruf Amin melakukan peninjauan mulai dari penggunaan dana desa hinga upaya pencegahan stunting.

Dalam kunjungannya Ma'ruf juga didampingi oleh Menteri Desa dan PDTT (Pembangunan Desa Tertinggal) Abdul Halim Iskandar dan Menteri Kesehatan dr Terawan. Mereka tiba di desa Pecatu sekitar pukul 10.30 WITA.

Rombongan pertama kali mengunjungi Lapangan Balai Desa Pecatu. Di sini, Wapres memantau kegiatan ekonomi kerakyatan yang sumbernya juga berasal dari dana desa.

"Saya lihat tentang bagaimana pembangunan, dana desa digunakan secara efektif seperti untuk pembuatan pupuk, pengelolaan limbah. Ada lapangan bola, penanaman sayur hidroponik. Kemudian hasilnya dibawa ke restoran, ada yang diolah jadi produk bumbu," ujarnya di Desa Pecatu, Bali, Kamis (31/10/2019).


Setelah itu, rombongan mengunjungi Posyandu Pecatu. Di tempat ini, Ma'ruf meninjau kegiatan upaya penanganan stunting.

Orang nomor 2 di RI itu, berbincang mulai dari lansia, ibu hamil, remaja hingga balita. Posyandu ini melakukan penanganan pencegahan stunting secara menyeluruh.

"Ini lagi senam ya," tanya Ma'ruf kepada ibu-ibu hamil.


Ma'ruf merasa terkejut dengan apa yang dilakukan posyandu ini. Upaya pengurangan stunting dilakukan melalui pencegahan bahkan sejak dari remaja.

"Saya melihat upaya pencegahan stunting dilakukan sistematis. Karena stunting bukan hanya harus diantisipasi sejak ibu hamil, tapi juga melalui pemahaman tentang stunting saat remaja. Pra nikah, sebelum nikah sudah diberikan pemahaman. Itu langkah yang harus dikembangkan," ujarnya.


Upaya itupun berhasil. Menurut informasi yang didapat Ma'ruf, angka stunting di desa ini hanya 16%. Padahal angka stunting secara nasional mencapai 27%.

"Standar internasional itu 20%. Di sini di bawah internasional dan jauh di bawah nasional," tuturnya.

Simak Video "Moms, Kenali Tanda-tanda dan Pencegahan Stunting Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com