Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 15:25 WIB

Kenapa RI Masih Impor Sampah?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Antara Foto Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta - Sejumlah 2.194 kontainer limbah masuk daftar penegahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Limbah alias sampah tersebut masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Dari total tersebut, ada 374 kontainer yang telah diekspor kembali ke negara asalnya karena tak memenuhi syarat ekspor limbah ke Indonesia. Namun, sebanyak 536 kontainer telah memenuhi syarat untuk masuk ke Indonesia.

Lalu, buat apa impor sampah tersebut?

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah dan Sampah B3 (PLSB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien menuturkan, pasokan limbah tersebut dibutuhkan untuk industri pengolahan plastik dan kertas.


Menurut Rosa, sejumlah pelaku industri mengatakan bahwa ketersediaan bahan baku industri plastik dan sampah di Indonesia masih kurang sehingga masih perlu impor.

"Pelaku industri di Indonesia masih membutuhkan bahan baku plastik dan kertas recycle. Kenapa masih? Memang secara permintaan, bahan baku di dalam negeri belum cukup memenuhi pabrik-pabrik tersebut," ungkap Rosa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Rosa menjelaskan, limbah atau sampah di Indonesia masih belum memenuhi standar kebutuhan industri. Pasalnya, proses pemilahan sampah di Indonesia masih sangat minim dilakukan.

"Kenapa belum cukup padahal sampahnya luar biasa? Karena pemilahan sampah di Indonesia itu masih belum baik. Padahal bahan baku itu sangat baik kalau dipilah sampahnya," terang Rosa.


Ia mengatakan, di tingkat Pemerintah Daerah (Pemda) sendiri belum ada proses pemilahan sampah yang diatur resmi. Ketika sampah di lingkungan masyarakat sudah dipilah, namun ketika diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan dicampur kembali.

"Kalau kita mendasarkan pada kapasitas terpasangnya di Pemda, terpilahnya kan belum ada di Pemda. Kalau teman-teman memilah, diangkutnya itu dicampur lagi," paparnya.

Untuk itu, pemerintah mengadakan program bank sampah. Sehingga, sampah yang telah dipilah diangkut ke bank sampah, bukan ke TPA. Nantinya, industri pengolahan plastik dan kertas akan mengambil bahan baku dari bank sampah tersebut.

"Maka kita ada bank sampah, jadi kalau sudah dipilah di setor ke bank sampah. Jadi kalau ada masyarakat yang menyetor sampah yang dipilah maka akan mendapat uang karena itu ter-connect ke perusahaan-perusahaan," tandasnya.

Simak Video "Ada 2 WN Singapura di Balik Kasus Impor Limbah 87 Kontainer"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com