RI Perjuangkan Masalah Pertanian Dalam Forum APEC

RI Perjuangkan Masalah Pertanian Dalam Forum APEC

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2005 18:22 WIB
Jakarta - Delegasi Indonesia akan memperjuangkan masuknya empat produk pertanian (special products) ke dalam kategori di luar aturan liberalisasi perdagangan dunia lewat negosiasi di APEC pada 18-19 November. Setelah itu, RI akan membawa masalah tersebut ke forum World Trade Organizations (WTO). Salah satu produk khusus yang mendapat penekanan adalah komoditi beras. Komoditas tersebut menyangkut upaya mempertahankan ketahanan pangan nasional, memberantas kemiskinan dan pengembangan daerah."Kita mendorong pemimpin negara yang hadir mengeluarkan pernyataan keras perlunya isu ini dibahas dalam sidang WTO. Ini menyangkut kepentingan Indonesia dan negara berkembang lainnya," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Selama ini, isu mengenai produk pertanian merupakan ganjalan dalam setiap pembahasan di WTO. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, masih menggunakan mekanisme subsidi untuk melindungi produk-produk pertaniannya. Karena itulah, kata Mari, produk serupa dari negara berkembang tidak mampu menembus pasar Eropa dan AS. Bahkan kalah bersaing di pasaran dalam negerinya sendiri, karena harganya tidak kompetitif dibanding buah atau sayuran impor. Sejauh ini ada dua opsi untuk kategori produk khusus, yaitu mengeluarkannya sama sekali dari sistem liberalisasi perdagangan yang akan dimulai pada 2008. Atau baru terkena liberalisasi hingga tenggat waktu lama untuk penurunan tarifnya."Hanya negara kaya yang mampu beri subsidi pertanian, negara berkembang tidak punya uang. Mudah-mudahan APEC bisa mendobrak kebuntuan ini dalam sidang di WTO," ujar Mari.Lebih lanjut dikatakannya, RI akan menggunakan forum APEC untuk menekan AS menurunkan hambatan tarif pada produk tekstil dan sepatu. Saat ini AS masih mengenakan tarif bea masuk sekitar 9-15 persen kepada Indonesia. Sebaliknya kepada Meksiko, justru nol persen. "Jika bisa diturunkan maka akan meningkatkan daya saing produk kita," tambahnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads