Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Nov 2019 10:20 WIB

Sampah Asing dari Jerman Hingga AS Masuk RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sejumlah 2.194 kontainer limbah masuk daftar penegahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Limbah alias sampah tersebut masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Dari 2.194 kontainer limbah tersebut, penegahan sekitar 882 kontainer di antaranya dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penegahan kontainer limbah tersebut dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Dengan rincian sebanyak 257 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak semuanya telah di-reekspor. Sebanyak 532 kontainer di Batam, terdiri dari 349 kontainer memenuhi syarat, 92 kontainer telah di-reekspor, 89 kontainer proses reekspor, dan dua kontainer dalam proses pemeriksaan.

Sebanyak 9 kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas semuanya telah memenuhi syarat. Sebanyak 16 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, terdiri dari 14 kontainer memenuhi syarat dan 2 kontainer telah direekspor.

Sementara 1.064 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok tujuan Tangerang belum diajukan pemberitahuan pabeannya. Tidak hanya itu, sebanyak 316 kontainer di Tangerang juga turut diamankan yang terdiri dari 164 kontainer memenuhi syarat, 23 kontainer telah direekspor, 121 kontainer dalam proses reekspor, dan 8 kontainer dalam proses pemeriksaan.

Lantas, bagaimana pemerintah menindak adanya impor sampah ini? Untuk apa sampah tersebut diimpor ke RI?

Simak berita lengkapnya di halaman selanjutnya. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com