ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Nov 2019 11:30 WIB

Buwas Gelisah, Bangun Pagi Mikir Bunga Utang Bulog Rp 10 M/Hari

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) buka-bukaan soal kondisi perusahaan pelat merah tersebut. Bulog yang punya tugas melaksanakan pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), harus mengeluarkan biaya besar baik dari pinjaman maupun kas perusahaan.

CBP tersebut diadakan melalui serapan beras petani dalam negeri, maupun impor. Buwas mengungkapkan, untuk pengadaan tersebut butuh biaya triliunan.

"Kita dapat penugasan dari negara untuk impor beras contohnya, ini kan beras CBP, tapi yang mengimpor dan membeli Bulog, uangnya pinjam, utangnya Bulog. Ini masalah besar, karena nilainya triliunan dan bunganya komersial. Sedangkan CBP ini tidak bisa kita jual belikan kecuali ada penugasan," ungkap Buwas dalam acara Ngopi BUMN, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Bahkan menurut Asisten Deputi Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Agus Suharyono mengatakan, Bulog harus berhadapan dengan bunga pinjaman Rp 10 miliar setiap harinya.

"Setiap bangun pagi Pak Budi ini mikirin bunga. Bunga itu catatan kami hampir Rp 10 miliar, satu hari!" kata Agus di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Mau tahu informasi selengkapnya? Apa yang dilakukan Bulog untuk menyelesaikan persoalan utangnya? Simak di halaman berikutnya: (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com