Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 03 Nov 2019 09:31 WIB

Nyata! Ada Profesi Detektif Swasta di Indonesia

Danang Sugianto - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Edy Wahyono Foto: Edy Wahyono
Jakarta - Sore itu, di pojok sebuah kedai kopi, Habibi tengah menyusun beberapa peralatan kerjanya. Peralatan yang dia bawa saat itu berupa teropong dan sebuah kotak kecil GPS.

"Ini cuma peralatan iseng aja, jaga-jaga kalau butuh. Kita bahkan punya kamera tersembunyi yang ada di kacamata dan pena," ujar pria berusia 27 tahun itu kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Habibi memperkenalkan dirinya sebagai detektif swasta khusus perselingkuhan. Dandanannya kala itu berkemeja rapih dengan kacamata tebal, tak seperti detektif di film box office yang berpenampilan misterius. Meski begitu tampilannya saat itu menyaru dengan karyawan kantoran biasa.

Habibi terbiasa dengan berganti-ganti penampilan. Profesinya memang mengharuskan dia untuk terbiasa berbaur agar tidak tampil mencolok. Meskipun saat itu dia tidak tengah bertugas.

Sudah hampir 5 tahun dia menjalani profesinya sebagai detektif perselingkuhan. Profesinya itu berawal dari kegemarannya membaca novel-novel bertema detektif seperti Sherlock Holmes.

Hobi itu menginspirasinya untuk membuat biro jasa detektif swasta pada 2014. Dibuatlah sebuah akun Facebook bernama Adi Detektif Perselingkuhan.

Siapa sangka, klien pertamanya kala itu orang Indonesia yang tengah hidup di Inggris, sementara istrinya di Indonesia. Kliennya curiga dengan sikap istrinya.

"Bilangnya lagi di rumah tapi kenyataannya dia jalan sama orang lain. Jadi semuanya berawal dari indikasi," terang Habibi.

Misi pertamanya saat itu dia kerjakan dengan mengajak 3 orang temannya. Hanya dengan waktu 5 hari, misinya selesai. Mereka berhasil mendapatkan bukti seperti foto dan video yang diminta oleh kliennya. Misi berhasil, Habibi dibayar US$ 200 dolar.

Sejak saat itu, Habibi merasa menemukan profesi yang membuatnya bergaiah. Bukan karena bayarannya, tapi karena capaiannya yang berhasil membuntuti targetnya hingga mendapatkan bukti-bukti yang menjadi tujuan misinya.

Benar saja, sejak saat itu klien mulai banyak berdatangan. Selama 3 tahun awal dia menjalani belum terlalu serius. Melihat begitu banyak permintaan jasa detektif perselingkuhan, akhirnya 2 tahun terakhir dia menggelutinya secara serius.

Habibi membentuk tim, mulai dari tim yang terjun di lapangan, tim khusus IT yang mem-back up melalui jejaring internet bahkan untuk meretas sebuah sistem keamanan, hingga tim marketing untuk promosi jasanya.

Mereka menawarkan jasanya hanya melalui media sosial. Selain melalui Facebook dia juga membuat akun instagram detektif perselingkuhan_. Meskipun kebanyakan klien yang datang kepadanya merupakan rekomendasi dari kliennya yang lain. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com