Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 21:30 WIB

Sri Mulyani Bicara Wajib Pajak Ngumpet hingga ke 'Lubang Semut'

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah)Foto: Lamhot Aritonang Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah)Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai denda pajak yang diterapkan berat dan justru membuat wajib pajak (WP) mencari cara agar bisa menghindar. Pernyataan ini merespons pertanyaan dari salah satu anggota Komisi XI DPR tentang upaya pemerintah membuat masyarakat merasa nyaman membayar pajak.

Menurut Sri Mulyani tingginya denda pajak juga menjadi salah satu penyebab wajib berusaha menghindar. Bahkan, Sri Mulyani menggunakan istilah 'lubang semut', untuk menyebut lokasi wajib pajak bersembunyi agar tak ketahuan.

"Untuk menjadi patuh dan tidak patuh, dendanya besar sekali dan akan sembunyi di dalam bawah lubang semut. Kita sekarang mau mencoba, denda itu tidak mematikan," ujar Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (4/11/2019).


Dia mencontohkan, beberapa denda pajak yang harus dibayarkan bisa mencapai 40% dari jumlah pokoknya. Oleh Sebab itu, pemerintah sedang berupaya memangkas beberapa tarif serta denda pajak agar tak merasa terbebani.

"Kalau utang Rp 1 juta, saya harus bayar Rp 1,4 juta. Punishment-nya hampir 40% sendiri, dan akan banyak WP makin dia sembunyi. Untuk complain tinggi, mau bikin kebijakan yang lebih friendly," tutur Sri Mulyani.



Simak Video "Pamer Saldo ATM, Billy Syahputra Nggak Takut Diperiksa Ditjen Pajak"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com