Wajib Dibaca! 3 Tips Biar Nggak Tekor saat Harbolnas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 07 Nov 2019 17:41 WIB
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bulan depan pesta belanja online yaitu Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 dimulai. Acara itu berlangsun pada 11-12 Desember 2019.

Di tengah godaan belanja tersebut, detikers jangan sampai kalap belanja. Untuk itu, Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid memberikan tiga tips agar nggak tekor saat Harbolnas.

Pertama, yakni menyesuaikan belanja dengan kebutuhan. Jika detikers punya kebutuhan, maka belanja di Harbolnas tak masalah.

"Balik lagi, belanja itu sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Ketika saya butuh tas baru karena tas lama sudah rusak, maka itu kesempatan memanfaatkan Harbolnas," kata Aidil kepada detikcom, Kamis (7/11/2019).


Namun, jika tak memiliki kebutuhan maka hindari membuka platform belanja online.

"Tapi kalau memang tidak ada kepentingan untuk belanja, ya sebisa mungkin hindari tempat-tempat seperti itu. Hindari membuka aplikasi online," jelas Aidil.

Kedua, Aidil memiliki pola belanja. Menurutnya, jika ia punya barang baru, misalnya baju baru yang belum pernah dipakai, atau baru satu-dua kali dipakai maka ia tak boleh lagi berbelanja.

"Saya punya pola belanja. Ketika saya punya baju yang belum pernah dipakai, jadi sudah beli tapi belum dipakai. Maka saya tidak boleh belanja baju baru. Itu salah satu teknik disiplin. Atau baju yang baru dipakai satu kali," ujar dia.

Tips ini juga berlaku meskipun detikers sedang menggemari suatu produk, misalnya baju bermodel turtle neck. Baju turtle neck pada umumnya digunakan untuk sehari-hari. Jika detikers masih memiliki baju yang baru dipakai untuk keseharian, maka jangan lagi membeli baju turtle neck.

"Dengan seperti itu maka mencegah saya untuk membeli barang atau baju baru," tutur Aidil.


Ketiga, yakni menggunakan mekanisme menyingkirkan barang lama dengan barang baru.

"Teknik yang ketiga, saya menggunakan mekanisme, setiap saya beli baju baru maka jumlah baju yang lama itu harus dikeluarkan dari lemari saya. Jadi jumlah baju di lemari saya tetap. Misalnya saya punya baju batik 10, kalau saya beli baju batik 1 lagi, saya harus keluarkan baju yang lama di lemari saya. Mengeluarkan itu bisa saya sumbangkan, saya kasih saudara, atau bahkan bisa saya jual," terang dia.

Menurut Aidil, dengan cara tersebut maka akan melihat isi lemari masih dipenuhi barang baru. Sehingga, tak perlu lagi belanja.

"Sehingga mencegah saya untuk membeli baju baru. Karena posisinya baju baru harus digantikan baju lama. Sementara baju saya belum ada yang terlalu lama," imbuh dia.

Simak Video "Tergiur Diskonan Lazada, Pasutri Ini Jadi Korban Penipuan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)