Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 19:40 WIB

Luhut Sebut Kerja Sama Garuda-Sriwijaya Diperpanjang 3 Bulan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Uji Medianti Sukma Foto: Uji Medianti Sukma
Jakarta - Kerja sama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sriwijaya Air diperpanjang 3 bulan ke depan. Keputusan ini terjadi setelah Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan salah satu pemegang saham Sriwijaya Yusril Ihza Mahendra bertemu di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, selain diperpanjang, kerja sama ini akan diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Garuda tadi kita sudah sepakat, (kerja sama) ditandatangani selama 3 bulan ke depan, kemudian dilakukan audit terhadap kerja sama ini oleh BPKP. Itu sudah mulai berjalan. Kita harapkan audit itu akan keluar hasilnya mungkin dalam seminggu atau 10 hari ke depan," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (7/10/2019).

Keterlibatan BPKP ini lantaran Sriwijaya memiliki sejumlah utang.

"Iya, karena ada yang punya utang sana, utang sini, teknis lah. Ya biar mengaudit, karena kita bekerja jangan meraba-raba. Kita kerja dasarnya hasil audit," ujarnya.


Sementara, Yusril mengatakan, setelah diperpanjang kerja sama antara Garuda dan Sriwijaya akan direvisi. Namun, pihaknya juga meminta pertimbangan pemegang saham mayoritas apakah kerja sama ini akan lanjut atau tidak.

"Kemudian dalam waktu tidak terlalu lama segera revisi atas perjanjian Sriwijaya dan pihak Garuda akan kami lakukan segera. Tentu saya akan bertanya pemegang saham mayoritas Sriwijaya apakah akan menerima proposal ini, meneruskan kerja sama ini atau malah menghentikannya sama sekali itu nanti diputuskan segera 1-2 hari ini," ungkapnya.

Dia juga memberi catatan, saat kerja sama direvisi pihak Sriwijaya meminta adanya perubahan direksi. Hal itu dilakukan supaya tidak ada konflik kepentingan.

"Yang tadi disepakati adalah bahwa perjanjian sementara diperpanjang disepakati 3 bulan, tapi segera diadakan revisi kalau revisi selesai kemudian penggantian direksi supaya tidak terjadi conflict of interest kan agak susah orang Garuda me-manage Sriwijaya," katanya.

"Sementara ini kan ada konflik kepentingan, dua-duanya ingin untung ingin sama-sama maju tapi ada proposal juga yang harus dipertimbangkan. Kalau memang itu kerja sama operasi atau manajemen itu harus diatur legalnya sangat rigid sehingga tidak terjadi konflik kepentingan antara manajemen yang berasal dari Garuda tetapi masuk ke Sriwijaya. Tapi kemudian misalnya line-line gemuk Sriwijaya ditutup diganti Citilink kan jadi masalah juga," ungkapnya.



Simak Video "Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Telantar di Bandara Hasanuddin"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com