Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 22:00 WIB

Yusril Blak-blakan Masalah Utang Sriwijaya ke Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kuasa hukum sekaligus salah satu pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra buka suara mengenai utang Sriwijaya Air ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Terlebih, Garuda menawarkan konversi utang menjadi saham.

Apa kata Yusril?

"Jadi di berbagai media selalu dikatakan bahwa utang kepada Garuda akan diubah menjadi saham. Sebenarnya praktis tidak ada utang Sriwijaya kepada Garuda. Utang itu ada pada Pertamina, pada bank BUMN dan GMF," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Kamis (7/11/2019).



Yusril pun mempertanyakan apakah utang itu terkait dengan kerja sama yang dibangun antara Garuda dan Sriwijaya. Dalam kerja sama manajemen Garuda dan Sriwijaya, Yusril mengatakan, Garuda mematok management fee 5% dan pembagian keuntungan (sharing profit) 65%.

"Apakah utang kepada Sriwijaya itu adalah utang manajemen fee tadi, yang 5% dan kentungan yang 65% itu tidak bisa dibayar dengan kondisi perusahaan seperti sekarang. Tetapi kalau utang ditetapkan manajemen fee dan profit sharing seperti itu, dianggap sebagai utang sebenarnya utang yang diciptakan oleh manajemen Garuda sendiri. Itu agak susah untuk bisa kami terima," jelasnya.

Lanjut Yusril, kerja sama dibangun supaya Sriwijaya mampu melunasi utang-utangnya. Namun, kerja sama ini dianggap merugikan Sriwijaya karena bebannya bertambah.

Soal besaran utang Sriwijaya ke Garuda Grup, Yusril meminta agar ditanyakan ke manajemen.

"Saya tidak tahu persis angkanya itu berapa, tidak tahu saya. Itu mesti tanya ke manajemen," tutupnya.



Simak Video "Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Telantar di Bandara Hasanuddin"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com