ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Nov 2019 06:34 WIB

Love-Hate Relationship Garuda dan Sriwijaya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Dok. AP II Foto: Dok. AP II
Jakarta - Drama hubungan dua maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air belum usai. Hari ini hubungan keduanya putus, tapi tak lama nyambung kembali.

Awalnya, hubungan dua maskapai ini dikabarkan retak. Hal tersebut terungkap lewat pesan Direktur Pemeliharaan & Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto yang tersebar ke awak media.

Pesan itu mengacu hubungan kerja sama manajemen antara Sriwijaya Air dan PT Citilink Indonesia yakni anak usaha Garuda Indonesia. Dijelaskan, karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua pihak maka Sriwijaya Air melanjutkan bisnis sendiri.

"Dengan demikian, Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group," bunyi pesan itu seperti dikutip detikcom, Kamis (7/11/2019).

Kisah 'perceraian' Garuda dan Sriwijaya semacam ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu dua maskapai ini kisruh karena GMF AeroAsia yang merupakan anak usaha Garuda memutuskan pelayanan. Alasannya, Sriwijaya menunggak pembayaran sampai Rp 800 miliar. Retaknya hubungan maskapai juga ditandai dengan 'bersih-bersih' orang Garuda di Sriwijaya.

Meski begitu dua maskapai kembali rujuk yang ditandai dengan kerja sama manajemen (KSM) di awal Oktober 2019.

Bagaimana dengan perceraian kali ini? Simak berita selengkapnya dirangkum detikcom berikut ini: (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com