Pertemuan IMT-GT
Investor Keluhkan Masalah 'Basi'
Senin, 14 Nov 2005 13:53 WIB
Pekanbaru - Penanaman investasi di Indonesia masih saja terganjal masalah 'basi' yakni rumitnya perizinan. Untuk mengantongi izin, pengusaha harus melalui proses yang panjang dan merumitkan.Keluhan rumitnya perizinan itu disampaikan delegasi pengusaha dalam pertemuan segitiga ekonomi, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Demikian disampaikan Gubernur Riau, Rusli Zainal kepada wartawan, Senin (14/11/2005) di Kantornya, Jl Sudirman, Pekanbaru. Riau menjadi tuan rumah dalam pertemuan IMT-GT yang berlangsung 11-15 November 2005.Rusli menjelaskan, para IMG-GT secara khusus juga mengeluhkan sulitnya penanaman investasi di Riau. Keluhan itu terkait proses izin yang terlalu panjang dan menjenuhkan. Atas keluhan rumitnya investasi di Riau, Rusli mengaku bahwa meski saat ini telah berjalan otonomi daerah, namun soal perizinan investasi masih tersentral di pemerintah pusat."Dengan sistem yang ada selama ini, mengakibatkan para inestor harus mengurus izin ke pusat. Mereka mengaku cukup sulit dalam pengurusan izin," katanya.Namun Pemprov Riau berjanji akan memangkas sejumlah birokrasi untuk mempermudah datangnya investor. Masalah perizinan juga harus disederhanakan sehingga investor tidak lagi kesulitan dalam pengurusan izin investasi. Karena itu, Rusli berharap semua lapisan memiliki konsep pro bisnis untuk mendukung hal-hal yang bersifat produktif."Dengan kemudahan dalam pengurusan ini dengan sendirinya justru akan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia dan di Riau pada khususnya. Dengan adanya lapangan pekerjaan dengan sendirinya telah mengurangi pengangguran serta dapat meningkatkan daya beli masyarakat kita," kata Rusli.Riau Janjikan KemudahanSehubungan untuk menarik minat investor di Riau, dalam pertemuan IMT-GT, Rusli berjanji akan memberikan kemudahan dalam penanaman investasi. Kemudahan yang dimaksud antara lain menyederhanakan sistem birokrasi. Pemprov Riau saat ini sedang membuat pelayanan satu atap dalam bentuk one stop service di Badan Promosi dan Investasi Riau."Ini merupakan jawaban yang bertujuan untuk memberikan suatu kemudahan. Disamping itu kita tidak bisa tidak, harus memberikan pelayanan berupa berbagai fasilitas infrastruktur baik itu jalan, jembatan, air bersih, power plan, dan pelabuhan. Ini menjadi syarat bagi kita bila kita ingin maju dan cepat berkembang, maka saya kira ini harus jadi prioritas," urai Rusli.Ia berharap apa yang telah menjadi kesepakatan dalam forum IMT-GT hendaknya tidak hanya menjadi rencana yang dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding), namun juga menjadi nota pelaksanaan (Memorandum of Undertaking).
(qom/)











































