Ical: Tak Ada Penurunan Daya Beli Masyarakat Miskin
Senin, 14 Nov 2005 15:38 WIB
Jakarta -
Turunnya daya beli masyarakat setelah kenaikan harga BBM merupakan hal yang kasat mata. Namun Menko Perekonomian Aburizal Bakrie tetap meyakini tidak ada penurunan daya beli masyarakat, khususnya yang berpenghasilan kurang dari Rp 700 ribu per bulan.Menurut menteri yang biasa disapa Ical ini, daya beli masyarakat miskin tidak turun karena memperoleh kompensasi BBM berupa subsidi langsung tunai (SLT), biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya kesehatan gratis."Karena mereka tidak bayar untuk puskesmas dan BOS, maka itu merupakan pendapatan tambahan. Saya tidak melihat adanya penurunan daya beli masyarakat yang kecil di bawah Rp 700 ribu," ujar Ical.Mantan Ketua Umum Kadin ini menyampaikan hal tersebut usai konferensi pers Laporan Ekonomi Setahun Kabinet Indonesia Bersatu di Gedung Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/11/2005).Namun Ical menambahkan, untuk masyarakat yang berpenghasilan di atas Rp 100 juta per bulan, daya belinya terpengaruh.Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan 1 Oktober yang salah satunya meningkatkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) sebesar 10 persen, yakni dari Rp 1 juta menjadi Rp 1,1 juta per bulan mulai 1 Januari 2006.Pernyataan Ical ini berbeda dengan Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati. Menurut Sri Mulyani, daya beli masyarakat terus turun setelah kenaikan harga BBM, dan selanjutnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2005.Anda setuju siapa?
(qom/)










































