Harmonisasi Tahap Dua Selesaikan 9.000 Pos Tarif

Harmonisasi Tahap Dua Selesaikan 9.000 Pos Tarif

- detikFinance
Senin, 14 Nov 2005 18:02 WIB
Jakarta - Harmonisasi tarif tahap dua dipastikan akan selesai pada semester dua tahun ini. Pemerintah melakukan 9.000 lebih harmonisasi untuk tahap dua ini yang diharapkan bisa direalisasikan Januari 2006."Kita mau secepatnya, harmonisasi tarif tahap dua selesai, saya sampaikan semester II ini sudah selesai dan tahun depan sudah bisa direalisasi," kata Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja usai rapat tentang pusat solusi bisnis di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (14/11/2005).Harmonisasi tarif ini, kata Andung, merupakan upaya yang akan dilakukan terus-menerus untuk mengurangi beban industri.Sementara Deputi Menko Perekonomian bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Edy Putera Irwady mengatakan, harmonisasi tarif tahap dua sudah hampir selesai sempurna.Dari total 11.000 pos tarif yang dibahas, sudah dikerjakan pada saat harmonisasi tahap I sebanyak 1.900 tarif, sehingga sisanya 9.000 pos tarif lebih akan diselesaikan."Seperti disampaikan Menteri Perdagangan, yang kita lakukan tinggal penghalusan pola khusus dan pola umum," kata Edy.Untuk pola khusus, pembahasannya tidak ada masalah karena tinggal menetapkan angka-angkanya. Pola khusus itu seperti hal-hal insidentil bea masuk anti-dumping dan safeguard. Sedangkan pola umum diupayakan tarifnya makin lama akan turun, sehingga tahun 2010 maksimal tinggal 5 persen.Menurut Edy, dari sekian tarif-tarif yang dibahas, sebanyak 60 persen tarifnya sudah sebesar 0-5 persen."Artinya ada beberapa yang perlu dilindungi, seperti swasembada gula pada tahun 2007-2008. Indonesia juga masih proteksi kertas sampai tahun 2010," ujarnya.Tarif yang dilindungi ini, seperti bahan-baku untuk konsumen dalam negeri, sehingga tidak membebankan konsumen. Tarif tertingginya akan berkisar 10, 15 dan 20 persen, kecuali tarif-tarif yang sensitif, seperti mobil dan alkohol yang bea masuknya tetap akan tinggi. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads