Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Nov 2019 16:14 WIB

Imbas Bom Medan, Syarat Daftar Ojol Bakal Dipersulit

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) menjadi catatan bagi pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan. Pasalnya, pelaku tersebut menggunakan atribut ojek online (ojol).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada aplikator untuk membuat standar yang baru bagi para calon mitra driver. Budi Karya mengatakan pendaftaran mitra ojol harus melalui sejumlah tahapan.

"Satu harus tatap muka, kedua apa? Harus ada yang merekomendasikan teman yang udah ada. Itu minimal, tapi pasti ada cara-cara baru," ujar Budi Karya dalam Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).


Budi Karya menambahkan, perlu dilakukan evaluasi terhadap mitra ojol. Evaluasi dilakukan lewat aktivitas mereka hingga sosial media. Kemudian, operator juga harus lebih selektif dalam memilih mitranya.

"Memang harus selektif ke pemberian jaket dan lain-lain," tutur Budi Karya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II tersebut menambahkan, bakal ada rekomendasi terhadap kejadian kemarin dalam tiga hari mendatang.

"Diskusi sudah mulai hari ini. Paling lambat tiga hari harus ada rekomendasi yang dipenuhi," ujarnya.



Simak Video "Bamsoet Duga Bom di Polrestabes Medan Dikendalikan dari Jauh"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com