Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Nov 2019 11:14 WIB

Dahlan Iskan Ikut Komentari Kabar Ahok Masuk BUMN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rois Jajeli Foto: Rois Jajeli
Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan angkat bicara mengenai wacana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di salah satu BUMN. Hal itu disampaikan Dahlan di laman pribadinya disway.id dengan judul 'Prestasi BTP'.

Dikutip detikcom, Minggu (17/11/2019), mengawali tulisannya, Dahlan mengatakan orang berprestasi cenderung sukses di tempatkan di mana pun.

"Kesimpulan itu datang dari pengalaman panjang --30 tahun menggeluti dunia manajemen. Baik di orsos, pesantren, di perusahaan swasta, di BUMN," kata Dahlan.

Dahlan pun kemudian bertanya, apakah Ahok atau BTP sosok yang berprestasi sehingga layak ditempatkan di BUMN. Menurutnya, rencana itu baik jika BTP dianggap sebagai orang yang berprestasi.



"Rencana itu sangat sangat baik. Kalau BTP memang dianggap orang yang selama ini berprestasi. Lepas siapapun ia. Apa pun pendidikannya. Di mana pun perjalanan karir sebelumnya," katanya.

Ia pun bertanya kembali, bagaimana kalau ada penilaian BTP hanya berprestasi dalam membuat kehebohan. Menurutnya, hal itu terserah yang menilai dan diberi nilai.

Namun, jika penempatan Ahok seperti demikian maka hal itu merupakan sebuah perjudian. Jika Ahok ditempatkan di BUMN besar, maka berjudinya juga besar.

"Tapi kalau benar begitu penempatannya di BUMN merupakan sebuah perjudian. Kalau penempatannya di BUMN besar berjudiannya juga besar," kata Dahlan.



"Apakah BUMN sebuah perusahaan yang layak diperjudikan? Tergantung pemiliknya," sambungnya.

Dahlan pun kemudian menyoroti soal kehebohan rencananya pengangkatan Ahok. Dia bilang, fakta yang ada saat ini baru sebatas Ahok dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Lalu, Ahok mengatakan dirinya dipanggil untuk ditempatkan di salah satu BUMN.

Hingga saat ini belum jelas Ahok bakal ditempatkan di mana, apakah BUMN besar atau kecil dan yang laba atau rugi. Belum jelas juga posisi Ahok apakah untuk posisi direksi atau komisaris.

Menurut Dahlan, masih banyak fakta yang mesti dilihat untuk berkomentar lebih jauh.

"Masih banyak fakta yang harus saya lihat. Untuk bisa berkomentar lebih panjang," tutupnya.




Simak Video "Hidup Sehat ala Dahlan Iskan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com