Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Nov 2019 13:30 WIB

Soal Ahok ke BUMN, Dahlan: Perusahaan Tak Maju Kalau Hebohnya Lebih Besar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berkomentar mengenai hebohnya rencana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di salah satu BUMN. Hal itu disampaikan Dahlan lewat laman pribadinya di disway.id.

Dalam tulisannya, Dahlan mempertanyakan hebohnya rencana pengangkatan Ahok di salah satu BUMN. Dahlan bilang, fakta yang ada saat ini baru sebatas Ahok dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Kemudian, Ahok menyatakan dirinya dipanggil untuk ditempatkan di salah satu BUMN.

Hingga saat ini, Dahlan bilang, belum jelas Ahok akan ditempat di BUMN mana, begitu pula dengan posisinya apakah komisaris atau direksi. Sehingga, dirinya belum bisa banyak berkomentar.

"Masih banyak fakta yang harus saya lihat. Untuk bisa berkomentar lebih panjang," kata Dahlan dalam tulisannya berjudul 'Prestasi BTP' seperti dikutip detikcom, Minggu (17/11/2019).



Namun, Dahlan kemudian menekankan sebuah perusahaan butuh ketenangan. Perusahaan tidak akan maju jika hebohnya lebih besar dibanding kerjanya.

"Tapi ada prinsip yang harus dipegang: perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya," ujar Dahlan.

Dalam tulisan itu, Dahlan pun berharap situasi menjadi tenang saat ini, terutama usai terbentuknya kabinet. Dia bilang, ketenangan diperlukan sehingga pemerintah bisa fokus kerja dan ekonomi bisa bangkit.

"Isi tulisan saya adalah 'semoga kabinet baru ini penuh ketenangan agar bisa fokus bekerja'. Semoga tidak banyak usrek. Agar ekonomi bisa segera mulai bangkit," ujarnya.

Memang, kata dia, sukses bisa diraih dengan kehebohan tapi biasanya itu hanya di permukaan dan jangka pendek.

"Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek," jelasnya.




Simak Video "Pengakuan Ahok: Nyaris Gabung Perusahaan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com