Harga Penawaran Gula Impor Berkisar US$ 350-370 per Ton
Selasa, 15 Nov 2005 18:16 WIB
Jakarta -
Para peserta tender gula impor yang diselenggarakan bersama oleh PTPN X, PTPN IX dan PT Radjawali Nusantara Indonesia (RNI) memberikan harga penawaran antara US$ 350-370 per ton.Departemen Perdagangan pun menolak level US$ 370 per ton karena membuat harga gula di tingkat konsumen tidak bisa ditekan di level Rp 5.500 per kg.Berdasarkan pantuan detikcom dalam tender terbuka yang dilakukan di kantor pemasaran bersama PTPN, Jalan Cut Mutiah Jakarta, Selasa (15/11/2005), harga terendah yang ditawarkan adalah US$ 351,5 per ton.Harga tersebut ditawarkan oleh Olam Indonesia untuk PTPN X, dengan gula impor sebanyak 5.000 ton ke Semarang. Sementara harga tertinggi ditawarkan oleh Kerry Foodstuff dengan harga US$ 374 per ton untuk PTPN IX, dengan tujuan Semarang.Para peserta tender rata-rata memilih tujuan pelabuhan kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang. Sementara untuk kota kecil seperti Banjarmasin, Padang, Bengkulu, Lampung, Palembang, Samarinda kurang diminati. Dari penawaran tender yang digelar RNI, terpilih 4 perusahaan untuk melakukan negosiasi yakni Cargil Hong Kong, Tate & Lyle, Noble Resources dan Olam Indonesia. Sementara PTPN IX bernegosiasi dengan Olam Indonesia, Al Khaleej, Tate & Lyle, Noble Resources dan Whee Tiong. Untuk PTPN X selanjutnya bernegosiasi dengan Ng Nambee, Whee Tiong, Tata & Lyle dan Olam. Hasil negosiasi ini baru diketahui Rabu (16/11/2005).Ketua panitia gula impor RNI, Agung P Murdanoto mengatakan, harga gula free on board (FoB) di pasar London pada tangagl 14 November adalah US$ 291 per ton, untuk kedatangan barang bulan Maret. Sementara nilai premium US$ 68-65 dan biaya pengangkutan di Thailand US$ 18-20.Kepala Bagian Penjualan gula dan tetes, Damayanti mengatakan, dengan tender yang digelar bersama, maka kemungkinan pengapalan akan dilakukan bersamaan pula. Untuk daerah yang tidak diminati, pengapalan antara pulau bisa dinegosiasi digabung ke pelabuhan terdekat.Damayanti menambahkan, harga international cost insurance freight (harga sampai ke tujuan) mencapai US$ 370 per ton pada 14 November. "Jadi harga gula memang sekarang sedang tinggi. Juga karena Thailand panennya mundur jadi produksi Desember lebih sedikit volumenya dibanding awal tahun depan," ujarnya. Menurutnya, pemenang impor gula untuk satu pelabuhan tujuan bisa lebih dari satu, tergantung dari negosiasi antara perusahaan dengan PTPN dan RNI.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag, Diah Maulida mengatakan, dengan harga berkisar US$ 370 per ton, harga jatuh ke konsumen tidak mungkin bisa Rp 5.500 per kg. Padahal menurut Diah, tujuan impor adalah menjaga stabilitas harga gula di level 5.500 per kg.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































