Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Nov 2019 10:19 WIB

Gertakan Balik Luhut Membela Ahok!

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menunjukkan sikapnya terkait rencana masuknya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) ke dalam tubuh BUMN. Hingga kini, tercatat sudah tiga kali Luhut menanggapi kabar tersebut, termasuk soal penolakan serikat pekerja PT Pertamina (Persero) terhadap sosok yang dikenal luas dengan sebutan Ahok tersebut.

Pertama, Luhut menyambut positif mengenai informasi Ahok yang digadang-gadang menjadi salah satu bos BUMN.

"Ya kan dia bagus, ya dia kan kerjanya boleh," kata Luhut pada Rabu (13/11) lalu.

Santernya kabar Ahok menjadi salah satu petinggi di BUMN lantas direspons negatif oleh perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Presiden FSPPB Arie Gumilar menilai Ahok merupakan sosok orang yang kerap buat keributan.

"Kita tahu perilaku Pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan," kata Arie pada Jumat (15/11) lalu.

Hal tersebut kemudian direspons oleh Luhut. Menurut Luhut, yang menolak Ahok justru perlu dipertanyakan.

"Kalau orang baik ada yang tidak setuju masuk, kan yang tidak setuju masuknya perlu dipertanyakan," kata Luhut.


Luhut yakin Ahok adalah orang baik dan layak menduduki posisi di BUMN, termasuk Pertamina. Dia heran orang yang baik dan lurus malah ditolak.

"(Ahok) itu orang baik, mau bikin lurus bersih ya, (masa) ndak mau dibersihin," tambahnya.

Lebih tegas lagi, Luhut kembali merespons mengenai penolakan FSPPB pada Senin (18/11) kemarin. Luhut menilai tak masalah bila benar Ahok jadi bos di Pertamina dengan alasan Ahok adalah orang baik dan layak menduduki posisi di BUMN, termasuk Pertamina.

"Memang dia siapa?" kata Luhut

"Nggak masalah. Kalau orang baik jadi kan itu, saya lihat ada yang komentar-komentar. Katanya against Ahok," jelasnya.

Nasib penentuan masuknya Ahok ke dalam jajaran pejabat tinggi BUMN sendiri akan diputuskan lewat tim penilai akhir (TPA) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Waktunya dimungkinkan terjadi pada bulan ini atau Desember 2019 mendatang.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com