BI: Inflasi Masih Dua Digit Hingga Kuartal III-2006

BI: Inflasi Masih Dua Digit Hingga Kuartal III-2006

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2005 10:47 WIB
Jakarta - Bank Indonesia memrediksi angka inflasi dua digit secara year on year masih akan berlangsung hingga kuartal III-2006.Namun dengan kecenderungan inflasi yang terus turun, diprediksi inflasi bisa kembali single digit antara 7-8 persen hingga akhir tahun 2006.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam pidatonya di Academic Seminar in Economic 2005 yang diselenggarakan oleh LPEM UI dan BI di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/11/2005)."Dengan kecenderungan yang terus menurun sehingga pada akhir tahun 2006, BI memperkirakan inflasi single digit dan mudah-mudahan berada pada kisaran 7-8 persen," ujar Burhanuddin.Ke depan, BI akan fokus pada kebijakan yang bersifat jangka menengah dan panjang. "Oleh karena itu dengan langkah proaktif yang dilakukan oleh BI, maka pada tahun 2006, perekonomian akan kembali ke tingkat yang lebih normal," tegasnya.Burhanuddin kembali menjelaskan soal kebijakan kenaikan suku bunga. Dijelaskan, melonjaknya inflasi akibat kenaikan harga minyak mengharuskan BI menaikkan suku bunga pada tingkat yang cukup substansial."Kebijakan ini diambil agar inflasi yang berasal dari supply shock tidak secara permanen mempengaruhi ekspektasi inflasi yang dapat menyebabkan spiral inflasi," katanya.Jika spiral inflasi terjadi, kata Burhanuddin, maka dampak negatif kenaikan harga BBM terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang semakin turun justru semakin besar.Ditambahkan, kondisi makro ekonomi yang tidak stabil menyebabkan tingginya premier risiko di pasar keuangan. Hal ini menyebabkan pasar keuangan tidak efisien dan tingginya biaya modal untuk melakukan investasi yang kemudian berdampak negatif pada pertumbuhan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads