Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Nov 2019 16:57 WIB

Gubernur Sulsel Tinjau Ulang Perda-perda Penghambat Investasi

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Foto: Noval Dhwinuari Antony Foto: Noval Dhwinuari Antony
Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengaku akan meninjau ulang seluruh peraturan gubernur (pergub) hingga peraturan bupati (perbup) yang menghambat investasi masuk ke Sulsel.

"Kami bersama seluruh kepala daerah, kita memang terus sederhanakan semua izin-izin, kita pangkas semua baik itu Pergub, Perbup, Perwali yang menghambat investasi itu kita akan hapus, kita akan batalkan, dan kita membuat peraturan-peraturan yang berpihak kepada dunia usaha," kata Nurdin di hadapan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Hotel Rinra, Makassar, Selasa (20/11/2019).

Nurdin mengatakan salah satu yang telah dilakukan Pemprov Sulsel ialah menyederhanakan seluruh izin ekspor. Akibatnya dwelling time di Pelabuhan Makassar tinggal 1 setengah hari.

"Kalau Jakarta masih 3 setengah hari, kita tinggal satu setengah hari. Kenapa ini bisa kita lakukan, kita kolaborasi, satu pintu izin ekspor kita," ujarnya.



Nurdin juga mengapresiasi adanya direct call (pelayaran langsung) dari Makassar ke beberapa negara tujuan ekspor.

"Waktu tempuh kita, ya semisal selama ini ke Jepang ya kadang habis waktu sekitar 30 hari, sekarang tinggal 14 hari, karena kita sudah direct," tuturnya.

Dikatakan Nurdin, pertumbuhan ekspor Sulawesi Selatan cukup naik signifikan, salah satunya dari komoditas pertanian perikanan. Namun Nurdin menyayangkan para petani dan nelayan masih mengalami masalah harga.

"Masalah yang kita hadapi sekarang ini adalah petani dan nelayan kita belum menikmati harga yang baik, masih di tingkat pedagang (yang rasakan harga yang baik). Karena nelayan kita masih bergantung pada rentenir. Jadi ini juga menjadi problem kita," imbuhnya.

Kembalikan Kejayaan Udang hingga Cokelat di Sulsel

Nurdin menyebut banyak produk unggulan di Sulsel yang kini kian merosot. Di antaranya udang windu dan cokelat.

"Banyak produk-produk unggulan kita yang terus mengalami kemerosotan, termasuk produksi coklat kita. Ya apa lagi yang namanya dulu jaya-jayanya udang windu," paparnya.

Dikatakannya, saat ini udang windu di Sulsel banyak berasal dari luar daerah. "Hampir rata-rata sekarang undang windu masuk dari luar masuk ke Sulawesi Selatan," tuturnya.

Nurdin menyebut saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan indukan dari udang windu. Pemprov juga telah membuat program pengendalian kualitas air untuk budidaya udang windu.

"Pengelolaan budidaya ini harus sabar, tidak boleh dapat hasil bagus langsung buang air, terus langsung masukin benih lagi, jangan. Harus di-standar, jadi saya kira edukasi itu lebih penting. Dan yang kedua penyiapan infrastruktur, terutama untuk kebutuhan air," jelasnya.



Simak Video "Kilas Balik 73 Tahun Lalu, Pembantaian 40 Ribu Jiwa Rakyat Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com