Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Nov 2019 17:48 WIB

Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Bisa Pacu Ekonomi Kerakyatan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih 14 staf khusus (stafsus). Setengah dari total stafsus itu berasal dari kalangan milenial.

Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mengangkat banyak staf khusus dari kalangan milenial. Dia bilang, stafsus milenial tersebut bisa memberi banyak inovasi.

"Pak Jokowi ini kan kita tahu visioner, beliau melihat ke depan, bukan hanya 5-10 tahun, tapi Indonesia 50-100 tahun ke depan. Di era teknologi yang perubahannya luar biasa dinamis ini, dasar-dasar kebijakan berbasis inovasi harus digerakkan, dan kehadiran kawan-kawan muda di lingkaran Pak Jokowi akan memperkaya perspektif beliau dalam mengambil kebijakan strategis," ujar mufti dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).

Mufti menambahkan, kemampuan berinovasi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dimiliki para milenial harus bisa diimplementasikan untuk memberi sudut pandang kebijakan yang pro-rakyat kecil di seluruh pelosok kampung.

Dalam konteks itulah, Mufti menilai, perpaduan antara tim milenial dan kekayaan perspektif dari sosok berpengalaman di lingkaran Jokowi bakal menghasilkan latar yang positif untuk menelurkan kebijakan publik brilian.


"Di sana ada ekonom kerakyatan Pak Arif Budimanta yang paham 1000% soal filosofi ekonomi Pancasila. Gagasannya progresif. Pengalaman Pak Arif terentang panjang. Nah itu berpadu dengan gagasan teknologi dan tren kekinian kawan-kawan milenial. Jadilah itu barang, bakal memandu lahirnya kebijakan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi," ujar Mufti.

Seperti diketahui, Jokowi telah mengumumkan pengangkatan sejumlah staf khusus. Di antaranya adalah Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise (Kader PKPI, difabel tuna rungu), Billy Mambrasar (Pemuda asal Papua, penerima beasiswa kuliah di Oxford), Aminuddin Maruf (Aktivis Kepemudaan Mahasiswa, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII), dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha). Selain itu, ada beberapa nama lagi, di antaranya ekonom yang juga Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta.

Mufti juga mendukung Angkie Yudistia, penyandang disabilitas yang diangkat Jokowi sebagai staf khusus. "Kredit khusus, penghormatan yang setinggi-tingginya, untuk Angkie Yudistia. Ini membuktikan di era keterbukaan sekarang, siapa pun bisa berkiprah luas untuk bangsa," pungkasnya.



Simak Video "Kritik Fadli Zon Soal Stafsus Milenial Jokowi: Cuma Pajangan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com