RNI Beli Gula Impor 42.500 Ton

RNI Beli Gula Impor 42.500 Ton

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2005 12:44 WIB
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berhasil melakukan pembelian 42.500 ton gula impor dari kuota impor sebanyak 47.500 ton. RNI akan menggelar tender lanjutan secepatnya untuk sisa kuota impor sebanyak 5.000 ton.Keputusan pembelian 42.500 gula impor itu merupakan hasil pelaksanaan tender bersama yang dilaksanakan RNI, PTPN IX, PTPN X pada Selasa (15/11/2005).Untuk mendapat harga yang rendah, RNI melakukan negosiasi cukup alot dengan supplier yang berlangsung hingga Selasa malam.Sekretaris Panitia Gula Impor RNI, Herbudi Desaryanto dalam siaran pers yang diterima Rabu (16/11/2005) menjelaskan, RNI rencananya akan membeli dari tiga peserta tender.RNI akan membeli dari Tate & Lyle Sugar Trading sebanyak 12.000 ton untuk Jakarta (kedatangan Desember 2005) dengan harga CIF US$ 364 per ton. Juga sebanyak 6.000 ton untuk Jakarta (kedatangan Januari 2006) di harga CIF US$ 363 per ton.RNI juga akan membeli gula impor dari Noble Resources sebanyak 3.500 ton untuk Jakarta (kedatangan Januari 2006) dengan harga CIF US$ 363 per ton. Dari Cargill International SA sebanyak 11.000 ton (kedatangan Januari 2006) dengan harga CIF US$ 362 per ton. Untuk tujuan Makassar, RNI membeli dari Noble Resources sebanyak 5.000 ton dengan harga CIF US$ 365 per ton (kedatangan Desember 2005) dan untuk Manado membeli dari Tate & Lyle Sugar Trading sebanyak 5.000 ton dengan harga CIF US$ 367 per ton (kedatangan Januari 2006). Harga beli lelang ini berkisar antara US$ 2-4 di bawah harga penawaran dari masing-masing supplier yang ditawarkan pada saat tender. Menurut Herbudi, harga tersebut merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan antara RNI dengan supplier dengan memperhatikan pergerakan harga gula internasional di pasar London dan New York. Dengan harga pembelian tersebut, maka harga pokok produksi untuk pasaran di Jawa untuk gula impor ini diperkirakan paling mahal pada kisaran Rp 5.100-5.300 per kg.White sugar yang dibeli oleh RNI seluruhnya dalam keadaan break bulk dengan kualitas ICUMSA 70-200, coarse grain (ukuran kristal 0.80-1.20 mm) omnibus origin, dan dari current crop year. Sebagian besar diperkirakan akan berasal dari Thailand dengan hanya sebagian kecil bersumber dari Cina.Herbudi menjelaskan, pembelian secara break bulk dilakukan karena adanya beberapa kesulitan teknis dalam pengelolaan impor gula melalui kontainer. Hal itu dikhawatirkan akan menambah biaya operasi yang pada akhirnya menambah harga jual kepada konsumen.Mengenai kedatangan gula, Herbudi menambahkan bahwa gula pertama akan tiba di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2005. Dan gula terakhir akan tiba di pelabuhan tujuan (Jakarta, Makassar atau Manado) paling lambat minggu kedua Februari 2006.Tentang sisa kuota yang belum dibeli oleh RNI, Herbudi menyampaikan bahwa RNI akan mengadakan lelang susulan untuk bisa memenuhi seluruh kuota yang ada. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads